Lis juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad karena telah mendengar dan menindaklanjuti aspirasi pembangunan flyover yang sudah disuarakan sejak tahun 2016.

“Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur dan Pemprov Kepri karena aspirasi yang telah disampaikan sejak 2016 akhirnya akan terwujud,” ungkapnya.

Menurut Lis, pembangunan flyover menjadi solusi terbaik mengingat kondisi jalan di kawasan Simpang Kota Piring tidak memungkinkan lagi dipasang lampu lalu lintas akibat potensi longsor.

“Kalau dipasang lampu merah dan terjadi antrean kendaraan, justru bisa memicu longsor karena kondisi tanahnya,” jelasnya.

Selain itu, Pemko juga akan berkoordinasi dengan Polresta Tanjungpinang untuk pengaturan lalu lintas, khususnya kendaraan bertonase besar.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kapolresta agar truk dengan berat di atas 14 atau 18 ton dibatasi melintas pada jam-jam tertentu, karena kekuatan jalan kita hanya untuk kendaraan 8 ton,” ujarnya.

Lis berharap pembangunan flyover ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan, seiring meningkatnya volume kendaraan dan menyempitnya badan jalan di Tanjungpinang.