Menurut Lis, Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung yang melampaui batas logika manusia dan menjadi bukti kebesaran Allah SWT. Dari peristiwa tersebut, umat Islam menerima perintah salat lima waktu sebagai tiang agama sekaligus sarana hubungan langsung antara manusia dengan Allah SWT.
“Nilai-nilai dalam peristiwa Isra Mi’raj sudah sering kita dengar. Tantangannya adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, Lis mengajak umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Semoga peringatan Isra Mi’raj ini menjadikan kita semakin dekat kepada Allah SWT, lebih taat dalam beribadah, serta lebih peduli terhadap sesama,” tuturnya.
Peringatan Isra Mi’raj diisi dengan ceramah agama dan pembacaan doa oleh Ustaz Hasby Asshidiqie, SQ. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan kebahagiaan sejati tidak terletak pada popularitas atau penampilan lahiriah, melainkan pada kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT melalui salat yang dilakukan dengan khusyuk, termasuk memperpanjang rukuk dan sujud.

