Lahan tersebut tersebar di kawasan Dompak, Senggarang, dan Air Raja. Pemerintah telah mengusulkan pengalihan hak pengelolaan lahan-lahan tersebut kepada Pemko Tanjungpinang.
Lis menyebutkan bahwa peluang investasi terbuka luas, mulai dari sektor industri galangan kapal (shipyard) di Tanjung Moco hingga pengembangan kawasan perkotaan. Pemerintah, lanjut Lis, akan memastikan proses perizinan berjalan cepat dan transparan.
Sementara itu, perwakilan pengusaha dari Batam, Among, menyatakan antusiasme atas peluang investasi di Tanjungpinang.
Among datang bersama rombongan pengusaha dari berbagai sektor, seperti properti (REI), perhotelan, perkapalan, dan lainnya.
“Kami optimistis dengan potensi Tanjungpinang. Dengan dukungan regulasi dan kebijakan yang baik, kami siap berinvestasi dan berkontribusi bagi pembangunan,” kata Among.
Ia juga mengapresiasi kehadiran aparat penegak hukum dalam acara tersebut, yang menurutnya menambah rasa aman bagi para investor.
Dalam kesempatan itu, Plh Kepala Bapelitbang sekaligus Inspektur Daerah Kota Tanjungpinang, Surjadi, turut memaparkan potensi investasi daerah.

