HARIANMEMOKEPRI.COM — Pj Walikota Tanjungpinang Hasan membuka Festival Mooncake atau Kue Bulan di seputaran Jln Merdeka Tanjungpinang Kota, Jumat (29/2023).
Festival Mooncake yang dibuka Pj Walikota Tanjungpinang Hasan ini sempena dalam memeriahkan peringatan HUT Ke 21 Provinsi Kepri yang inisiasikan Pokdarwis Bertuah.
Pj Walikota Tanjungpinang Hasan mengapresiasi event wisata tahunan Festival Mooncake sebagai tradisi masyarakat Tionghoa di Kota Tanjungpinang.
“Kegiatan ini telah menjadi kalender event di Kota Tanjungpinang yang diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan mancanegara, khususnya wisman Tionghoa yang tersebar di seluruh daerah,” jelas Pj Walikota Tanjungpinang Hasan.
Baca Juga: Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, TPQ Sirajul Qulub Gelar Nobar Kisah Islami
Melalui event perayaan Festival Kue Bulan, Pj Walikota Tanjungpinang melanjutkan, memiliki makna menyebarkan nilai kasih sayang dan cinta kasih, Ia berharap dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Sesuai filosofi kue Bulan, bulat menggambarkan rasa cinta kasih yang erat, utuh dan tidak pernah putus, maka diharapkan Mooncake Festival dapat menyebarkan nilai kasih sayang dan cinta kasih terhadap keluarga dan kepada sesama.
Baca Juga: Polri Telah Tetapkan 6 Orang Tersangka Match Fixing Pada Liga 2 Tahun 2018 Silam
“Untuk itu mari kita tingkatkan kepedulian yang tidak pernah putus terhadap masyarakat yang kurang beruntung, khususnya di Kota Tanjungpinang melalui program sosial untuk mempererat persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.
Kegiatan Festival Mooncake tersebut akan diisi dengan serangkaian kegiatan antara lain Pawai Chang’e, Lomba Melukis Chang’e, Berbagi Mooncake, Moon Cake Dinner, serta Kapal Chang’e.
Dirinya berharap kegiatan tradisi ini terus dipertahankan dan dikemas dengan menarik agar dapat berdampak positif, baik di bidang pariwisata dan perekonomian masyarakat.
“Pemerintah Kota Tanjungpinang akan mendukung dan turut memfasilitasi pelaksanaannya, agar kegiatan Festival mooncake ini menjadi daya tarik wisatawan dan masyarakat untuk datang meramaikan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Sehingga kawasan Kota lama ini kembali ramai seperti dulu dan menjadi tujuan wisata unggulan di kota Tanjungpinang,” pungkasnya.***

