HARIANMEMOKEPRI.COM — Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Tanjungpinang sejak mulai maghrib hingga subuh mengakibatkan sebuah rumah mengalami rusak berat, Kamis (30/2023) malam.
Diketahui rumah seorang warga bernama Muhammad Na’i Jln Triwijaya Kampung Banjar RT 2/6 Kelurahan Air Raja rusak berat akibat angin puting beliung pada Kamis 30 November 2023 sore saat Hujan deras disertai angin kencang.
Keluarga Muhammad Na’i setiap malam Jum’at sering melakukan yasinan dalam rumahnya. Namun karena hujan deras disertai angin kencang yasinannya dibatalkan ditambah lagi adanya insiden angin puting beliung.
Atap rumah yang dihantam angin puting beliung sejauh 5 hingga 10 meter, beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa.
Baca Juga: Kedapatan Buang Sampah Sembarangan, Akib Minta Fotokan Dan Lapor Ke Satpol PP
Kepala BPBD Tanjungpinang M Yamin menjelaskan insiden ini terjadi pada waktu maghrib awal mulai hujan deras, namun penghuni pada saat itu berada di tempat ibadah.
Seusai pulang dari tempat ibadah pemilik rumah ini melihat atap rumah sudah terbang dihantam puting beliung karena tidak bisa berbuat apa-apa penghuni rumah pada saat itu mengungsi ke rumah tetangga hingga pagi.
Baca Juga: APBD Tanjungpinang Tahun 2024 Ditetapkan Sebesar Rp1,091 Triliun Lebih
“Ketika tiba di lokasi kami langsung evakuasi atap rumah yang sudah pecah dan membersihkannya. Kami juga memberikan bantuan berupa terpal untuk menutupi atap rumah agar bisa beraktivitas kembali,” jelas Yamin melalui WhatsApp, Jumat (1/2023).
Baca Juga: Cegah Masalah Anemia Masa Remaja Putri, Vitamin Tambah Darah Diberikan Bagi Siswi Tingkat SMP
Yamin melanjutkan dalam rumah itu di huni oleh satu keluarga terdiri suami, istri dan anak berusia 4 tahun. Dimana sang suami merupakan penjaga masjid dan meruqyah orang setiap hari.
“Rumah ini baru ditempatkan sekitar 3 sampai 4 bulan yang baru dibelinya dengan cara menyicil. Menurut penjelasan dari istrinya sebelumnya mereka tinggal rumah penjaga masjid, karena ada rezeki mereka mencoba menyicil rumah tersebut,” lanjutnya.
Baca Juga: Pengendalian Angka Inflasi, Operasi Pasar Murah Masih Berlanjut Hingga Desember Mendatang
Selain bantuan terpal yang diberikan BPBD Tanjungpinang, bantuan makanan turut berikan melalui Dinas Sosial Kota Tanjungpinang. Pemasangan Atap terpal dibantu oleh pihak Satpol PP Tanjungpinang serta pihak Perkim.
“Kami juga memberikan bantuan seperti sembako, Sarden, cornet. Dinas Sosial memberikan berupa makanan, matras,” ujarnya.
Sementara itu pada lokasi kejadian Kasatpol PP Tanjungpinang Abdul Kadir Ibrahim menyampaikan pihaknya menurunkan anggota Satpol PP dalam membantu BPBD Tanjungpinang dalam memperbaiki atap rumah.
Baca Juga: Kasatpol PP Tanjungpinang Ikuti Upacara HUT Korpri Ke 52 Dengan Khidmat Bersama OPD Lainnya
Tim BPBD Tanjungpinang dan Satpol PP dibantu masyarakat setempat, memasang beberapa kayu di bagian atas dinding rumah untuk pemasangan atap terpal yang disediakan beberapa gulung oleh BPBD Tanjungpinang.
Baca Juga: Kasatpol PP Tanjungpinang Berikan Pesan Penting Bagi ASN Dalam Menjaga Ketertiban Dan Ketentraman
“Pak Walikota arahkan kita dengan cepat untuk dapat membantu penanganan sementara rumah tersebut. Semoga bisa digunakan lebih nyaman oleh keluarga, sampai nanti ada kebijakan lebih lanjut,” kata Kasat Pol PP Kota Tanjungpinang Abdul Kadir Ibrahim.
Akib sapaan akrabnya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat setempat dengan penuh semangat turut membantu tetangga tertimpa musibah
Baca Juga: Presiden Jokowi Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai KSAD
“Kita berterimakasih kepada warga setempat yang telah dengan semangat membantu ketika saudara bertetangga sekampung ditimpa musibah,” tambah Akib.
Pemasangan atap terpal dilakukan sejak Jumat pagi hingga menjelang sholat jumat, sehingga penghuni rumah bisa melaksanakan aktivitas keseharian walaupun dalam keadaan seadanya.
Baca Juga: Peringatan HUT Korpri Ke 52, Pengurus Korpri Diingatkan Untuk Menjaga Persatuan Dan Keutuhan NKRI
“Pemasangan terpal ini kita lakukan sejak pagi sampai jelang sholat jumat, kami juga merapikan kabel listrik agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Listrik tetap menyala agar mereka dapat beraktivitas kembali, ” pungkas Yamin.

