HARIANMEMOKEPRI.COM — Pemerintah Kota Tanjungpinang menertibkan pedagang kaki lima (PKL) untuk masuk ke dalam bangunan Pasar Encik Puan Perak.

Penertiban ini dilakukan supaya kawasan Pasar terlihat rapi dan bersih serta sangat mudah ketika di lalui pengendara maupun pejalan kaki.

Pj Walikota Tanjungpinang, Hasan menyampaikan penertiban ini dimulai pukul 05.30 dengan berkoordinasi dengan Polsek Tanjungpinang Kota.

Selain itu, Satpol PP Tanjungpinang juga diinstruksikan tugasnya dalam melakukan penertiban salah satunya pedagang yang berjualan tepi jalan Protokol.

“Ini akan continue terus, termasuk besok kita akan lakukan juga, untuk hari ini sudah kita putuskan agar bisa masuk, walaupun terdapat beberapa komplain dari pedagang namun mereka besok akan pindah,” ujarnya, Senin (13/5/2024).

Hasan mengatakan, mereka para pedagang meminta semuanya bisa pindah ke bangunan Pasar Encik Puan Perak serta tidak ada lagi yang berjualan di luar maupun pinggir jalan.

“Saya kira ini persepsi adil bagi masyarakat pedagang,” jelas Hasan.

Pihaknya telah mengarahkan Satpol PP telah memberikan pengarahan untuk melakukan penertiban mulai besok dan beberapa aset Pemko Tanjungpinang yang digunakan pedagang agar di bongkar.

“Kita kasih waktu 3 hari untuk kita bongkar karena itu Aset Pemko Tanjungpinang, yang kita sayangkan pedagang jalan masyarakat di pakai bahkan ada yang disewakan,” terang Hasan.

Oleh sebab itu, Hasan menghimbau kepada siapapun yang mem back up ataupun DPRD dan lainnya agar membantu kerja pemerintah terutama kepada pedagang.

“Mereka pedagang tidak salah, mereka cari makan, jadi tidak ada toleransi bagi siapapun itu, tolong dibantu pemerintah untuk ini,” tuturnya.

BUMD, kata Hasan, telah menyiapkan meja serta fasilitas lainnya termasuk gerobak maupun troli dalam mengangkut barang dagangan.

“Kita sediakan gerobak untuk mereka menaikkan barang, nanti di anggaran perubahan kita pakai troli, saat ini kita hitung dulu trolinya berapa di butuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, Dirut BUMD Tanjungpinang Windrasto Dwi Guntoro menyampaikan bagi pedagang daging, BUMD akan mengundang para tauke ikan.

“Besok kita undang tauke ikan jam 09:00 WIB di Gedung A. Intinya kita menunggu penertiban berjalan lancar sehingga Pedagang kaki lima masuk semua,” terang Guntoro.

Sedangkan saat ini, Guntoro menjelaskan, gedung B,C sekitar 50 an orang sudah masuk, gedung A lantai dua kapasitasnya 30, lantai tiga 40 orang telah mendaftar.

“Untuk gedung D kemarin sudah ada yang masuk 12 orang pedagang ayam, tapi sempat keluar lagi sekarang belum ada, makannya kita undang besok,” pungkasnya.