HARIANMEMOKEPRI.COM – Persoalan pemadaman listrik di wilayah Tanjungpinang dan Bintan kembali menjadi sorotan.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan bersama sejumlah kader HMI sekawasan kembali mendatangi kantor UP3 PLN Tanjungpinang, Rabu (14/10/2026).

Kedatangan mahasiswa tersebut bertujuan menuntut kepastian terkait pemulihan pasokan listrik yang berdampak pada aktivitas masyarakat di Pulau Bintan.

Aksi ini merupakan lanjutan dari kedatangan HMI pada Selasa malam (13/10/2026).

Sebelumnya, mahasiswa telah meminta penjelasan mengenai penyebab gangguan listrik sekaligus mendesak PLN memberikan solusi yang jelas.

Namun, karena belum mendapatkan kepastian yang dianggap memadai, HMI kembali mendatangi kantor PLN untuk meminta penjelasan langsung dari pihak manajemen.

Massa terlebih dahulu menyampaikan aspirasi melalui orasi selama sekitar 30 menit.

Setelah itu, mereka diterima oleh General Manager PLN Tanjungpinang untuk berdialog di dalam kantor.

Ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan, Ilham Bani Arrasyid, mengatakan pihaknya ingin memastikan adanya langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan kelistrikan yang telah meresahkan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai penyebab gangguan, upaya penanganan, serta target waktu pemulihan listrik secara menyeluruh.

“Kami datang kembali karena masyarakat membutuhkan kepastian, bukan sekadar penjelasan tanpa solusi yang jelas. Kami ingin mengetahui persoalan sebenarnya, langkah penanganan yang dilakukan, dan kapan kondisi kelistrikan di Tanjungpinang dan Bintan dapat kembali normal,” kata Ilham.

Dalam dialog tersebut, pihak PLN menyampaikan komitmen bahwa kondisi kelistrikan di seluruh wilayah Tanjungpinang dan Bintan akan pulih total pada Rabu (14/10/2026).

Menanggapi komitmen itu, HMI menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan guna memastikan janji tersebut benar-benar direalisasikan.

Ilham menegaskan, pemulihan listrik tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan masyarakat, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kegiatan ekonomi, pendidikan, rumah tangga, serta pelayanan publik.

“Kami mencatat komitmen yang disampaikan pihak PLN bahwa hari ini listrik di Tanjungpinang dan Bintan akan pulih total. Kami akan mengawal janji tersebut dan melihat langsung realisasinya. Masyarakat sudah terlalu lama menghadapi ketidakpastian, sehingga komitmen ini harus benar-benar dibuktikan,” ujarnya.

HMI Desak Pertanggungjawaban GM PLN

Dalam aksi tersebut, HMI juga menyampaikan tuntutan agar General Manager PLN Tanjungpinang mengundurkan diri apabila tidak mampu memenuhi target pemulihan listrik secara menyeluruh sesuai dengan komitmen yang disampaikan.

HMI menilai pertanggungjawaban manajemen diperlukan mengingat pasokan listrik merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap berbagai aktivitas masyarakat.

Ilham menyebut tuntutan tersebut sebagai bentuk desakan agar komitmen pelayanan publik tidak berhenti pada pernyataan, tetapi dibuktikan melalui hasil nyata.

Menurut keterangan HMI, General Manager PLN Tanjungpinang menyatakan persetujuannya terhadap tuntutan pengunduran diri tersebut apabila target pemulihan listrik yang dijanjikan tidak terpenuhi.

HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan memastikan akan terus mengawal perkembangan persoalan ini serta meminta PLN menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat.

Mereka berharap pemulihan listrik di Tanjungpinang dan Bintan dapat segera terealisasi sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal tanpa terganggu pemadaman.