Dalam dialog tersebut, pihak PLN menyampaikan komitmen bahwa kondisi kelistrikan di seluruh wilayah Tanjungpinang dan Bintan akan pulih total pada Rabu (14/10/2026).

Menanggapi komitmen itu, HMI menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan guna memastikan janji tersebut benar-benar direalisasikan.

Ilham menegaskan, pemulihan listrik tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan masyarakat, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kegiatan ekonomi, pendidikan, rumah tangga, serta pelayanan publik.

“Kami mencatat komitmen yang disampaikan pihak PLN bahwa hari ini listrik di Tanjungpinang dan Bintan akan pulih total. Kami akan mengawal janji tersebut dan melihat langsung realisasinya. Masyarakat sudah terlalu lama menghadapi ketidakpastian, sehingga komitmen ini harus benar-benar dibuktikan,” ujarnya.

HMI Desak Pertanggungjawaban GM PLN

Dalam aksi tersebut, HMI juga menyampaikan tuntutan agar General Manager PLN Tanjungpinang mengundurkan diri apabila tidak mampu memenuhi target pemulihan listrik secara menyeluruh sesuai dengan komitmen yang disampaikan.

HMI menilai pertanggungjawaban manajemen diperlukan mengingat pasokan listrik merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap berbagai aktivitas masyarakat.

Ilham menyebut tuntutan tersebut sebagai bentuk desakan agar komitmen pelayanan publik tidak berhenti pada pernyataan, tetapi dibuktikan melalui hasil nyata.

Menurut keterangan HMI, General Manager PLN Tanjungpinang menyatakan persetujuannya terhadap tuntutan pengunduran diri tersebut apabila target pemulihan listrik yang dijanjikan tidak terpenuhi.