“Tahun depan akan kita lanjutkan lagi. Jadi semoga dengan terus menanam pohon, lingkungan sekitar semakin baik,” tambah Yosafat.

Tanjungpinang menjadi lokasi pertama penanaman mangrove oleh Linknet. Yosafat pun menyampaikan terima kasih kepada Pertamina Foundation yang telah menyediakan lokasi terbaik di kawasan Dompak.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjungpinang, Ahmad Yani, mengapresiasi program Rumah Rendah Karbon yang memberdayakan Komunitas Petani Pesisir Dompak Laut.

Menurutnya, hasil olahan mangrove seperti makanan, batik, hingga kerajinan khas Dompak memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

“Kami mendorong agar petani Dompak Laut berkolaborasi dengan Disperindag Tanjungpinang untuk pembinaan, terutama dalam memperkenalkan produk UMKM mereka,” kata Yani.

Ia juga menegaskan pentingnya mangrove bagi lingkungan, mulai dari penahan abrasi pantai, pencegah intrusi air laut, pelindung dari gelombang pasang, hingga habitat biota laut.

Selain itu, hutan mangrove berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata.