HARIANMEMOKEPRI.COM — Lanud Raja Haji Fisabilillah adakan Pembinaan Sosialisasi Komsosdirga dan Pengenalan stunting yang disampaikan langsung oleh Paban III Komsos Dirga dan Bakti Spotdirga Koopsudnas Kolonel Sus Revilla Oulina.,M. M.Pd.,M.Si dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri di Gedung Dirgantara Mako Lanud Raja Haji Fisabilillah, Selasa (14/2023). 

Dalam sambutan Danlanud RHF Tanjungpinang dibacakan oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Raja Haji Fisabilillah Mayor Lek Riza Rakhmad Febrianto mengatakan stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas masyarakat indonesia. 

Baca Juga: Sejarah Singkat Tentang Nama Suku di Sumatera Barat, Berikut Penjelasannya

Bukan hanya mengganggu pertumbuhan fisik, anak-anak juga mengalami gangguan perkembangan otak yang akan memengaruhi kemampuan dan prestasi mereka.

“Tekad kami melalui Babinpotdirga yang aktif turun ke masyarakat, akan berupaya selalu mensosialisasikan tentang penyuluhan stunting sehingga diharapkan dapat mengatasi hambatan dan kendala yang terjadi saat ini,” jelasnya dalam sambutan Danlanud RHF Tanjungpinang.

Baca Juga: Cerita Mistis Penghuni Gunung Ranai Natuna Kepulauan Riau Beri Pinjam Barang ke Warga Sekitar, Cek Faktanya

Sementara itu Kolonel Sus Revilla Oulina memberikan pemaparan Sosialisasi Komsosdirga dan Bakti Spotdirga meliputi peran, fungsi, dan bentuk pembinaan Potensi Dirgantara. 

Serta dilanjutkan Ceramah oleh Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Rohina yang menjelaskan secara rinci mengenai bahaya Stunting.

“Perlu disadari bahwa stunting terjadi jika kekurangan gizi kronis pada bayi di 1000 Hari Pertama Kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak, selain itu stunting juga dapat dimulai dari pra-konsepsi (Calon Pengantin) jika masih dibawah umur 19 tahun,” ungkap Rohina.***