Ansar Ahmad melanjutkan terhadap bangunan sekitarnya akan dilakukan pengecatan ulang sehingga terlihat bagus kedepannya sesuai dengan kesepakatan dengan Pj Walikota Tanjungpinang.

“Sehingga kalau ini sudah selesai semua penataan selesai tinggal kita kontrol nanti jangan sampai ada genangan air dan kalau hujan terjadi sumbatan di parit,” tuturnya.

Baca Juga: Enam ABK Pretty 9 Berhasil Terselematkan Di Perairan Lagoi Usai Terombang-Ambing

Pihaknya berkeinginan menata Kota Tanjungpinang karena selain menjadi Ibukota Provinsi Kepri harus bisa menjadikan destinasi wisata unggulan di Kepri

“Maka kita sedang menata semua wilayah Tanjungpinang mulai dari Pulau Penyengat, penataan Gurindam XII, penataan entry Point Jln Bandara dan penataan Akau Potong Lembu sebagai heritage foodnya Tanjungpinang,” ucap Ansar

Baca Juga: Surat Suara Telah Tiba Di Gudang Logistik KPU Tanjungpinang

Sementara itu Pj Walikota Tanjungpinang Hasan menyampaikan bahwa kawasan ruang terbuka ini dapat dijadikan tempat interaksi sosialisasi masyarakat tujuan lainnya yaitu meningkatkan ekonomi pedagang khususnya Akau Potong Lembu.

“Selanjutnya mendukung destinasi pariwisata kuliner dalam nuansa heritage. Serta dapat menonjolkan kebudayaan di Kota Tanjungpinang dan meningkatkan infrastruktur strategis di perkotaan dan terakhir dapat meningkatkan PAD yang dikelola oleh BUMD Tanjungpinang,” terang Hasan dalam sambutannya.

Baca Juga: Pasokan Listrik Batam Bintan Dipastikan Tidak Ada Masalah Jelang Natal Dan Tahun Baru

Dalam penataan rehabilitasi kawasan Akau Potong Lembu tersebut yang menggunakan APBD tahun 2023 pertama penataan kawasan Kuliner oleh bidang cipta karya dengan anggaran Rp3,1 Milyar