Menurutnya, kurikulum SR akan menggabungkan pendidikan umum, agama, dan kejuruan, sehingga selain ilmu formal, siswa juga dibekali akhlak, wawasan kebangsaan, dan keterampilan hidup.

Pemko Tanjungpinang juga telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare di kawasan Madong untuk pembangunan kompleks permanen Sekolah Rakyat dengan fasilitas lengkap.

Pembangunan ditargetkan mulai Desember 2025, dan begitu selesai anak-anak akan dipindahkan ke lokasi baru.

Sementara itu, Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. Hamam Wahyudi menegaskan komitmen kepolisian dalam mengawal program ini.

“Program nasional bapak Presiden RI ini sangat tepat sasaran untuk mengentaskan masalah pendidikan. Kita apresiasi, kawal, dan dukung penuh,” jelasnya.

Kepala Sekolah Rakyat Tanjungpinang, Reni Putri Rahmadani, menambahkan bahwa Kementerian Sosial sudah menugaskan 19 guru untuk mengajar di tingkat SD, SMP, dan SMA, dengan empat guru berasal dari Tanjungpinang. Para guru lainnya dijadwalkan tiba pada 25 September 2025.

“Kebutuhan guru bahasa Inggris dan seni budaya masih menunggu penempatan. Namun secara umum tenaga pengajar sudah siap,” kata Reni.