Ansar menegaskan, sektor pariwisata memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Aktivitas restoran, hotel hingga kedai kopi di Tanjungpinang, menurutnya, turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menyebut sekitar 30 persen PAD Kota Tanjungpinang bersumber dari sektor tersebut.
Lebih lanjut, Ansar mengatakan Provinsi Kepri memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Saat ini, Kepri disebut berada di posisi ketiga setelah Bali dan Jakarta.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Kepri pada Triwulan II 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 6,99 persen.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi di wilayah Sumatera dan menempatkan Kepri di posisi ketiga secara nasional.
Dalam puncak kegiatan tersebut juga ditampilkan video pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat.
Monumen yang direncanakan memiliki ketinggian sekitar 60 meter itu diharapkan menjadi ikon baru Provinsi Kepulauan Riau.
Ansar mengatakan keberadaan Monumen Bahasa tidak hanya diharapkan menjadi daya tarik wisata baru, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
“Monumen ini diharapkan menjadi salah satu ikon baru daerah yang dikenal lintas generasi. Tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata serta perekonomian Kepri,” ujarnya.
Suasana puncak Festival Kopi Merdeka semakin semarak ketika Fauzana tampil bersama Aprilian.
Keduanya menghibur ribuan masyarakat dengan membawakan sejumlah lagu, di antaranya Tungkek Mambao Rabah, Satu Rasa Satu Cinta, Mudik Arau, hingga Cinan Bana.

