HARIANMEMOKEPRI.COM — DPKP Kota Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Pembentukan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) bagi relawan setiap kelurahan se-Kota Tanjungpinang.

Kegiatan dibuka oleh Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, S.Sos di halaman kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan (DPKP Kota Tanjungpinang), Jalan Ir.Sutami, Selasa (26/2023).

Baca Juga: Taman Bunga ASEAN Hadir di SDN 004 Tanjungpinang Timur, Persiapan Menuju Eco Asian School

Dalam sambutannya, Pj Walikota Tanjungpinang Hasan mengapresiasi dengan terselenggaranya pelatihan kepada Redkar yang diharapkan dapat memperkuat para personel damkar dalam menjaga wilayah.

“Dengan adanya relawan Damkar ini akan meningkatkan kewaspadaan terhadap tingginya ancaman bahaya kebakaran pada pemukiman, aset masyarakat, Pemerintah Daerah, kawasan lahan hutan, bahkan dunia usaha,” ujar Pj Walikota Tanjungpinang Hasan.

Baca Juga: Unit Reskrim Polsek Bintan Utara Ringkus Seorang Pelaku Pemerkosaan di Teluk Sebong

Pj Walikota Tanjungpinang Hasan melanjutkan Redkar sebagai bagian dari masyarakat sangat diperlukan keterlibatannya dalam urusan pencegahan pelayanan dan penanggulangan dini kebakaran.

“Bukan hanya kebakaran pemukiman, namun juga ikut bertanggung jawab melakukan pencegahan dini dan penanggulangan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal,” ungkapnya.

Baca Juga: Pj Walikota Tanjungpinang Bahas Program Kerja Bersama Perangkat Daerah Dalam Rapat Koordinasi

Hasan berharap dengan keberadaan para Redkar di setiap kelurahan dapat menentukan jumlah kawasan pemukiman yang semula menjadi daerah rawan kebakaran, menjadi daerah yang tidak lagi rawan kebakaran.

“Kepada relawan dimasing masing kelurahan agar saling koordinasi, baik dengan pihak RT RW, kelurahan, hingga pihak Damkar, agar lingkungan tempat tinggal selalu aman dan terkendali,” tutup Hasan.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Lakukan Operasi Pencarian Seorang Mahasiswa Politeknik Batam Tenggelam Di Danau

Selanjutnya, Pj Walikota Tanjungpinang Hasan menyerahkan tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan perlengkapan lainnya kepada masing-masing kelurahan.

Adapun peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 90 orang, yang terdiri dari 5 perwakilan untuk setiap kelurahan.