“Lahan itu katanya milik Haldy Chan dan sedang ada kasus pemalsuan surat. Kok bisa terus berjalan pembangunannya hingga diresmikan? PBG-nya saja belum ada,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Diketahui, kasus dugaan pemalsuan surat terkait lahan hotel saat ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen hotel belum memberikan keterangan resmi mengenai persoalan tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait dapat memberikan klarifikasi sekaligus menegakkan aturan agar pembangunan di Tanjungpinang tetap sesuai regulasi dan tidak mengabaikan aspek legalitas serta kepastian hukum.