HARIANMEMOKEPRI.COM — Suara tembakan memecah kesunyian patroli udara TNI Angkatan Laut di koordinat 02°02’17” U – 106°41’45” T.

Pesawat Udara (Pesud) P-82XY yang tengah membuntuti kapal ikan Indonesia (KII) mencurigakan, tiba-tiba dihujani peluru.

Satu tembakan tepat menghantam mesin kiri pesawat, memaksa Captain Pilot mengambil keputusan cepat pendaratan darurat.

Skenario menegangkan ini menjadi bagian dari latihan gabungan TNI AL untuk menangkal penyelundupan narkoba melalui laut, Sabtu (9/8/2025) di Tepi Laut Tanjungpinang.

Berdasarkan informasi intelijen, sindikat narkoba asal China diduga menyelundupkan barang haram ke Indonesia melalui jalur perairan Kepulauan Riau menuju Dumai.

Meski hanya latihan, adegan di laut dan udara berlangsung seperti operasi nyata. Sebelum mendarat, Captain Pilot sempat mengirim laporan terakhir lewat radio HF.

Di saat bersamaan, unsur laut TNI AL bergerak cepat mengejar KII yang mencoba kabur ke arah Selat Singapura.

Kapal target akhirnya berhasil dihentikan. Tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) naik ke geladak, mengamankan seluruh awak, dan menemukan barang bukti yang diduga narkoba.

Kontak tembak sempat terjadi di geladak, membuat satu awak pesawat tertembak dan mengalami hipotermia berat. Korban segera dievakuasi dengan helikopter Panther menuju rumah sakit.

Operasi pencarian juga melibatkan Pesud CN-235 MPA dan Casa NC-212 untuk mengirim logistik darurat dan liferaft.

Gelombang tinggi tak menghalangi unsur laut dan udara TNI AL untuk menyapu area pencarian.

Latihan ini menjadi simulasi nyata yang menguji adrenalin, sekaligus membuktikan kesiapan TNI AL dalam menghadapi ancaman penyelundupan narkoba lintas negara.

Tampak masyarakat yang menyaksikan langsung sangat antusias melihat aksi prajurit TNI AL dalam menunjukkan aksi yang menegangkan

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Puspenerbal yang terpusat di Tanjungpinang, pelaku latihan terdiri dari Wing Udara 1, 2, 3, Lanudal Tanjungpinang dan Fasharkan Pesud