“Apalagi, di Tanjungpinang ini jumlah swalayan, mulai dari supermarket hingga minimarket mencapai 106 unit dan tersebar di seluruh penjuru Tanjungpinang,” imbuhnya.
Yang kedua, sambung Walikota Tanjungpinang Hj Rahma, dengan luas geografis Tanjungpinang yang hanya sekitar 140 kilometer persegi, dan jumlah penduduk sekitar 230 ribu jiwa, belum layak jika “diserbu” dengan puluhan ritel modern tersebut.
“Mereka berencana buka 40-50 unit. Kalau dikali dua Alfamart dan Indomaret, maka setidaknya akan ada tambahan 100 unit ritel baru,” ungkapnya.
Walikota Tanjungpinang Hj Rahma menambahkan, alasan selanjutnya, bahwa apa yang disediakan atau produk oleh Alfamart dan Indomaret itu, juga tersedia di swalayan-swalayan yang ada sekarang ini.
“Dan yang terpenting dari alasan pemko yaitu, untuk menjaga dan mendorong swalayan lokal untuk bisa bertahan dan mampu berkembang untuk menghidupkan perekonomian Tanjungpinang,” tuturnya.
Disinggung soal penyerapan tenaga kerja jika, saat pemaparan dari manajemennya, bahwa dari 7 orang tenaga kerja di satu ritel, yang lokal hanya boleh 4 orang.

