HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kota Tanjungpinang memperingati Hari Jadi Kota Otonom ke-25 tahun 2026 melalui upacara yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Sabtu (17/10/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Berbenah Bersama, Berkarya Nyata, Maju Bersama” sebagai refleksi perjalanan panjang Kota Tanjungpinang sejak resmi menjadi daerah otonom pada 17 Oktober 2001 berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2001.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, dalam sambutannya mengatakan, peringatan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi seluruh masyarakat untuk mengenang perjalanan kota sekaligus mengevaluasi pembangunan yang telah dilaksanakan.

“Ini merupakan momentum untuk mengenang sejarah, menghormati perjuangan para pendahulu. Oleh karena itu, mari melakukan evaluasi perjalanan pembangunan dan tentunya memperkuat upaya membangun masa depan kota yang kita cintai,” ujar Lis.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para tokoh masyarakat yang telah memperjuangkan dan mengawal aspirasi pembentukan Kota Tanjungpinang sebagai daerah otonom.

Menurut Lis, perjalanan menuju 25 tahun berikutnya harus menjadi kesempatan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Dirinya berharap perekonomian masyarakat semakin kuat, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif terus berkembang, dan pelayanan pemerintahan semakin mudah serta transparan.

“Perjalanan 25 tahun berikutnya harus menjadi kesempatan untuk membawa Kota Tanjungpinang yang lebih merata dan berkelanjutan. Kita ingin ekonomi masyarakat semakin kuat, UMKM dan ekonomi kreatif semakin berkembang dan berkualitas, serta pelayanan pemerintah semakin mudah dan transparan,” katanya.

Perkuat Identitas Budaya Melayu

Lis turut menyoroti pentingnya menjaga warisan sejarah dan kebudayaan Melayu yang menjadi identitas Kota Tanjungpinang.

Menurutnya, budaya Melayu tidak hanya tercermin melalui bahasa, pakaian, seni, dan tradisi, tetapi juga dalam budi pekerti, kesantunan, musyawarah, kepedulian, serta penghormatan terhadap sesama.

“Falsafah Melayu mengajarkan adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Falsafah ini mengingatkan kita bahwa kebudayaan harus berjalan seiring dengan nilai agama, akhlak, keadilan, dan kemaslahatan masyarakat,” tutur Lis.

Pada kesempatan tersebut, Lis juga berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat bekerja lebih profesional.

Ia menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan sesuai dengan kewenangan masing-masing serta memperkuat koordinasi antarlembaga agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.

Upacara peringatan Hari Jadi Kota Otonom ke-25 tersebut turut dihadiri para tokoh pejuang pembentukan Kota Tanjungpinang, mantan Wali Kota Tanjungpinang Hj. Suryatati A. Manan, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai organisasi masyarakat.

Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan pembentukan Kota Tanjungpinang sebagai daerah otonom sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kota yang maju, berbudaya, dan sejahtera.