Pemerintah daerah setempat bahkan menjadikan model pengelolaan lingkungan berbasis rumah ibadah ini sebagai percontohan nasional untuk penanganan kawasan rawan kekeringan pada musim kemarau panjang.

Mewariskan Nilai Kehidupan Bagi Generasi Muda

Saat diwawancarai di sela-sela kesibukannya merawat bibit pohon mahoni, Kiai Ahmad menekankan pentingnya kerendahan hati dalam merawat bumi demi kelangsungan hidup anak cucu pada masa depan.

Beliau mengimbau para pemimpin masyarakat agar senantiasa memberikan teladan nyata lewat tindakan kecil sehari-hari dibandingkan sekadar menyampaikan retorika manis di atas panggung mimbar kehormatan.

Perjuangan tanpa lelah sosok ulama bersahaja ini menyadarkan kita bahwa keberagamaan yang sejati selalu memancarkan kebaikan nyata yang dirasakan langsung oleh seluruh makhluk di sekitarnya.

Langkah kaki Kiai Ahmad menyusuri pematang sawah setiap fajar memberikan keteladanan abadi bahwa iman senantiasa bertumbuh subur seiring dengan benih tanaman yang kita rawat sepenuh hati.

Kisah keteladanan dari lereng Menoreh ini menjadi refleksi mendalam bagi kita semua untuk kembali menyatu dengan alam dan mempererat persaudaraan tanpa memandang perbedaan iman maupun keyakinan.

Ketika senja mulai memerah di ufuk barat, gelak tawa para santri dan pemuda desa yang berjalan pulang bersama menjadi bukti hidup harmoni indah yang berhasil diperjuangkan sang kiai.

Semangat pengabdian tulus tersebut akan terus mengalir bagaikan air jernih dari mata air pegunungan yang senantiasa memberi kehidupan bagi siapa saja yang kehausan di sepanjang jalannya.