HARIANMEMOKEPRI.COM – Ratusan jamaah haji asal Kota Tanjungpinang tergabung dalam kloter pertama tiba di Tanjungpinang melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Selasa (2/6/2026).
Kedatangan para jamaah haji menggunakan kapal cepat Oceana dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, dan tiba sekitar pukul 09.15 WIB.
Setibanya di pelabuhan, mereka disambut langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Prosesi penyambutan berlangsung penuh khidmat dan haru. Sebagai ungkapan rasa syukur atas kepulangan para tamu Allah tersebut, Wali Kota bersama unsur Forkopimda melakukan tradisi tepuk tepung tawar dengan melempar beras kunyit.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengungkapkan rasa syukur karena mayoritas jamaah haji kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
“Tentunya kita bersyukur bahwa mereka masih dalam keadaan sehat. Kita juga doakan dua orang jemaah yang masih sakit agar segera diberikan kesembuhan. Kekompakan jamaah asal Tanjungpinang selama menjalankan ibadah haji sangat luar biasa karena mereka saling mendukung satu sama lain,” ujar Lis.
Suasana haru terlihat saat para jamaah haji kembali dengan keluarga yang telah menanti kedatangan mereka. Sejumlah jamaah tampak langsung dipeluk anak, pasangan, hingga kerabat yang menyambut di pelabuhan.
Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Tanjungpinang, Hariyun Sagita, menjelaskan sebanyak 144 jamaah haji asal Tanjungpinang berangkat dari Batam menuju Madinah pada awal musim haji.
Menurutnya, selama berada di Madinah, para jamaah tidak mengalami kendala berarti. Bahkan, rombongan mendapat lokasi penginapan sangat strategis di depan Masjid Nabawi.
“Tiba di Madinah selama 10 hari tidak mengalami kendala. Walaupun haji reguler, posisi penginapan kami berada tepat di depan Masjid Nabawi. Pelayanan dan akomodasi selama ibadah haji juga sangat baik,” katanya.
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Madinah, para jamaah haji melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk melaksanakan ibadah di Masjidil Haram dan mengikuti seluruh rangkaian haji.
Namun, Hariyun mengakui kondisi cuaca cukup ekstrem menjadi tantangan tersendiri. Menjelang puncak haji, suhu udara meningkat hingga di atas 40 derajat Celsius sehingga sebagian jamaah haji mengalami kelelahan.
“Setelah satu hingga dua minggu di Makkah, beberapa jamaah mulai kelelahan sehingga aktivitas di Masjidil Haram dan kegiatan city tour dikurangi,” jelasnya.
Ia menambahkan, menjelang pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), para jamaah lebih banyak beristirahat di hotel dan mengikuti manasik sebagai persiapan menghadapi puncak ibadah haji.
Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, dua jamaah haji asal Tanjungpinang mengalami gangguan kesehatan serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
“Sebelum menuju Arafah, Ibu Latifah mengalami sakit selama tiga hari hingga tidak sadarkan diri dan dirujuk ke rumah sakit besar di Makkah. Menjelang kepulangan ke Tanah Air, Ibu Siti Rachel juga mengalami kondisi serupa dan harus dirawat,” ungkap Hariyun.
Hingga saat ini, kedua jamaah haji tersebut masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi sehingga belum dapat kembali bersama rombongan.
Meski demikian, Hariyun bersyukur seluruh rangkaian ibadah haji secara umum dapat dilaksanakan dengan baik oleh para jamaah haji asal Tanjungpinang.
“Alhamdulillah tim kesehatan selalu menyediakan oralit untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas. Dengan dukungan tersebut, para jamaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan baik dan sempurna,” pungkasnya.

