HARIANMEMOKEPRI.COM — Dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, setiap umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan sunah salah satunya makan sahur bulan Ramadhan
Dengan makan sahur bulan Ramadhan juga umat Islam bisa menjalani aktivitas kesehariannya sambil menahan makan dan minum hingga menjelang berbuka puasa tiba.
Lalu apa hikmah yang terkandung dalam makan sahur bulan Ramadhan? Berikut ini penjelasannya.
Baca Juga: Lagi, Akibat Persetubuhan Anak dibawah Umur Seorang Pemuda dibekuk Polisi
Dalam salah satu hadits Nabi dijelaskan:
وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: السَّحورُ أُكْلةُ بَرَكةٍ، فلا تَدَعوه، ولو أنْ يَجرَعَ أَحَدُكم جُرْعةً من ماءٍ؛ فإنَّ اللهَ وملائكتَه يُصلُّونَ على المُتَسَحِّرينَ.
Artinya, “Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur,’” (HR Ahmad).
Di balik anjuran makan sahur sendiri terdapat sejumlah hikmah. Berikut adalah empat hikmah makan sahur bulan Ramadhan
Baca Juga: Kapan Shalat Tarawih Bisa Dikerjakan dan Apa Keutamaannya? Berikut Penjelasannya
1. Wujud kasih sayang
Salah satu tujuan makan sahur bulan Ramadhan adalah untuk menambah stamina tubuh bagi orang yang berpuasa saat menjalani aktivitas di pagi harinya. Ini merupakan wujud kasih sayang agama Islam pada pemeluknya.
Bayangkan, jika orang puasa tidak makan sahur bulan Ramadhan sementara ia memiliki aktivitas berat di siang harinya, terlebih jika jarang berpuasa sunnah, pasti tubuh akan terasa lemas.
2. Kesempatan beribadah
Waktu makan sahur bulan Ramadhan adalah momen yang paling utama dalam beribadah. Harapannya, orang yang bangun untuk makan sahur bulan Ramadhan juga bisa sekalian beribadah di waktu mustajab ini.
Baca Juga: Kemenag RI Tetapkan 1 Ramadhan 1444 H Pada Hari Kamis 23 Maret 2023
Selain itu, orang makan sahur bulan Ramadhan juga lebih berkesempatan melaksanakan shalat subuh tepat waktu jika tidak tidur setelah makan, karena ia akan menunggu sampai adzan subuh berkumandang.
Imam al-Bukhari sendiri dalam kitab Sahih-nya menuliskan satu bab khusus yang membahas tentang orang yang sahur dan tidak tidur sampai tiba waktu shalat subuh.
Al-Bukhari mendata sejumlah hadits Nabi tentang anjuran tidak tidur setelah sahur sampai waktu subuh tiba.
3. Tidak dihisab
Setiap makanan yang dikonsumsi oleh manusia akan dihisab kelak di akhirat. Berbeda dengan makan sahur bulan Ramadhan yang salah satu keberkahannya adalah terbebas dari hisab. Dalam satu hadits Nabi dijelaskan:
ثَلَاثَةٌ لَا يُحَاسَبُ عَلَيْهَا العَبْدُ أَكَلَةُ السَّحُوْرِ وَمَا أَفْطَرَ عَلَيْهِ وَالأَكْلُ مَعَ الإِخْوَانِ
Artinya, “Ada tiga hal (makanan) di mana seorang hamba tidak akan dihisab oleh Allah swt, yaitu makanan sahur, makanan saat berbuka puasa, dan makanan yang dinikmati bersama saudara-saudara yang lain.” (HR al-Azdra’i)
4. Keistimewaan umat Islam
Selanjutnya makan sahur bulan Ramadhan juga menjadi keistimewaan bagi umat Nabi Muhammad saw. Sebab, ibadah puasa tidak saja dilakukan oleh umat Muslim, melainkan juga oleh Yahudi dan Nasrani, akan tetapi anjuran sahur hanya dimiliki oleh umat Islam. Rasulullah saw bersabda:
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ، أَكْلَةُ السَّحَرِ
Artinya, “Yang membedakan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur”. (HR Muslim).***

