HARIANMEMOKEPRI.COM – Sejumlah masyarakat menggelar aksi demonstrasi di Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungpinang, Jalan Bakar Batu, Tanjungpinang Barat, Selasa (13/10/2026) malam.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas pemadaman listrik yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut di wilayah Pulau Bintan.

Warga mendatangi kantor PLN untuk meminta kejelasan terkait gangguan pasokan listrik yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemadaman berkepanjangan itu dinilai berdampak terhadap berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi. Warga pun mendesak PLN agar segera memulihkan pasokan listrik serta memberikan informasi yang akurat mengenai kondisi kelistrikan.

“Kami minta agar lampu segera dihidupkan,” ujar seorang warga saat menyampaikan tuntutannya.

Menanggapi aksi tersebut, Heru selaku Tim Leader K3 ULP PLN Tanjungpinang menjelaskan bahwa pihaknya masih terkendala pasokan listrik dari PLN Batam.

“Hingga detik ini belum ada suplai yang masuk ke kita. Suplai kita seperti biasa hanya 100 mega, kita mendapat suplai dari Batam. Untuk malam ini daya kita maksimal di 32 megavolt itu yang akan dibagi ke daerah Tanjungpinang,” terangnya.

Dalam aksi tersebut, warga juga meminta PLN agar pelaksanaan pemadaman listrik bergilir dilakukan sesuai jadwal yang telah diumumkan sebelumnya.

Masyarakat berharap tidak ada wilayah yang diperlakukan berbeda dalam pelaksanaan pemadaman bergilir, sehingga warga dapat memperoleh kepastian dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

Warga juga berharap PLN segera mengatasi kendala pasokan listrik agar aktivitas masyarakat di Tanjungpinang dan Bintan dapat kembali berjalan normal.