Ia menambahkan, PLN akan terus menyampaikan perkembangan penanganan gangguan berdasarkan kondisi di lapangan dan informasi yang telah terverifikasi.

“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kesabaran selama proses penormalan berlangsung,” ucapnya.

PLN Operasikan Dua Pembangkit Cadangan

Sementara itu, Manager PLN ULP Bintan Center, Gogor Pasuko DSW, menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima informasi mengenai penyebab pasti pemadaman listrik yang berasal dari Batam.

Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keberlangsungan pelayanan masyarakat, PLN Tanjungpinang mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) cadangan, yakni PLTD Suka Berenang dan PLTD Bintan Center.

Kedua pembangkit tersebut dioperasikan untuk menyediakan pasokan listrik darurat bagi fasilitas yang membutuhkan layanan secara berkelanjutan.

Namun, kapasitas daya dari kedua pembangkit cadangan itu masih terbatas. Oleh karena itu, penyaluran listrik diprioritaskan untuk fasilitas vital, termasuk rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik penting lainnya.

“Daya dari PLTD cadangan ini hanya diperuntukkan bagi pelayanan vital saja, seperti rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik penting lainnya,” tutur Gogor.

Terkait waktu pemulihan pasokan listrik, Gogor menyebutkan bahwa PLN belum dapat memastikan kapan kondisi kelistrikan di wilayah terdampak akan kembali normal.

Saat ini, proses pemeriksaan dan penanganan gangguan di Batam masih berlangsung untuk mengetahui penyebab gangguan sekaligus menentukan langkah pemulihan sistem kelistrikan.