Dengan adanya TPPK, setiap permasalahan yang muncul bisa ditangani dengan cepat dan tepat.
“Kami ingin sekolah menjadi tempat yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan,” jelasnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Briptu Fernando Siregar menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mendukung penuh program pencegahan kekerasan di kalangan pelajar.
“Kami sangat mengapresiasi pihak sekolah yang membuka ruang kerja sama ini. Edukasi tentang bullying penting agar anak-anak tahu batasan dalam berinteraksi dan saling menghormati,” ujarnya.
Sebagai narasumber, Bripka Yondrialis menjelaskan empat jenis bullying yang sering terjadi, yakni verbal, fisik, sosial, dan cyber.
Ia menekankan bahwa tindakan perundungan dapat menimbulkan dampak psikologis dan sosial yang serius bagi korbannya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara siswa dan petugas kepolisian.
Acara ditutup dengan foto bersama antara Bhabinkamtibmas Polsek Jemaja, para guru, serta seluruh siswa SDN 006 Letung.
Melalui kegiatan ini, SDN 006 Letung berharap dapat menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya saling menghormati, menolak segala bentuk kekerasan, serta membangun lingkungan sekolah yang penuh empati dan kebersamaan.

