Dirinya berharap peserta tidak hanya menampilkan keterampilan terbaik, tetapi juga mempererat persaudaraan.

“FKM ingin menunjukkan kiprahnya bukan hanya di mimbar, melainkan juga melalui olahraga,” jelas Mahyudin.

Mahyudin menambahkan, ajang ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus mempererat ukhuwah antar mubaligh. Beberapa lembaga dan ormas Islam mengutus perwakilan mubalighnya untuk bertanding.

“Alhamdulillah, antusiasme luar biasa. Para mubaligh ternyata menyimpan bakat yang jarang ditampilkan. Mereka bukan hanya hebat di panggung dakwah, tapi juga punya talenta di panggung olahraga,” ungkapnya.

Suasana keakraban semakin terasa saat Walikota Lis Darmansyah ikut bermain tenis meja bersama peserta.

Turnamen ini diharapkan menjadi momentum memperkuat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas di kalangan mubaligh, sekaligus menyemarakkan perayaan HUT RI ke-80.