HARIANMEMOKEPRI.COM — Menghadapi Persija Jakarta, Madura United bakal mencoba bangkit kembali pada laga pekan ke 27 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, Minggu (26/2023) sore.
Madura United mengincar hasil maksimal pada laga yang diprediksi tidak akan mudah bagi tuan rumah karena Persija Jakarta saat ini juga tengah bersaing di jalur perebutan gelar juara musim ini.
Tidak ingin gap poin semakin jauh dengan dengan PSM Makassar dan Persib Bandung semakin jauh, anak asuh Thomas Doll dipastikan akan tampil fight di setiap laga yang mereka jalani.
Baca Juga: PSIS Semarang Masih Belum Mampu Raih Trend Positif Saat Hadapi Persita Tangerang
Melihat situasi yang tidak mudah dihadapi Madura United yang kedatangan lawan cukup tangguh, Pelatih Madura United, Fabio Araujo Lefundes tetap optimistis dengan peluang timnya meraih kemenangan dan memutus kegagalan meraih hasil maksimal dalam dua laga terakhir.
Persiapan tim yang lebih panjang menurutnya menjadi modal positif bagi Madura United saat menjamu Persija Jakarta
“Kita dapat dua hari lebih yang bagus untuk persiapan di pertandingan ini dan pemain mengerti bagaimana cara kita bekerja dan ide kita berjalan di dalam lapangan. Kita percaya bisa bermain maksimal di kandang sendiri. Kita mau dapat hasil maksimal dan akan berusaha keras untuk dapat itu,” ungkap pelatih asal Brazil ini.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Jalan Tol Solo Ngawi, Renggut Nyawa 4 Orang Salah Satunya Ketua MWC NU Tegalrejo
Pasca kekalahan telak 4-0 yang diderita Madura United saat menghadapi Bhayangkara FC pekan lalu, Fabio Lefundes mengakui bahwa kondisi mental Lulinha dkk sempat terganggu.
Namun jelang menghadapi Persija Jakarta, dia terus berupaya mengembalikan kondisi mental bertanding para pemain Madura United.
Dia menekankan aspek mental begitu penting dan tidak dipisahkan dari aspek fisik ketika menghadapi persaingan kompetisi yang semakin sengit. Apalagi lawan yang akan dihadapi adalah tim besar seperti Persija.
“Setelah pertandingan melawan Bhayangkara FC itu pukulan besar buat kita. Itu sedikit ganggu kondisi emosional pemain tapi di sini kita punya keseimbangan mental,” tutup pelatih berusia 50 tahun itu.***

