Harian Memo Kepri | Kriminal —Abdul Ghani (69) Ayah terduga teroris MA yang ditangkap di rumahnya dikawasan Jalan Belibis V, RT 13/RW 04, Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (23/2019), mengaku tidak tahu menahu kalau anaknya teroris.
Ia mengaku baru pertama kali melihat benda-benda yang diduga bom di dalam rumah yang disembunyikan dalam lemari pakaian di kamarnya tersebut.
“Dia biasanya ikut pengajian di Masjid di daerah Bekasi. Di rumah, kalau saya tanya juga diem-diem saja. Dengan adanya kejadian begini saya malu dan kesal juga, ” tambah Abdul Ghani saat diperiksa petugas.
Ayah MA menyebutkan anaknya yang bekerja di pabrik sabun disekitar KBN, merupakan anak ke-9 dari 11 bersaudara. Ia sekeluarga sudah tinggal di rumah tersebut sejak 1974.
“Anak saya itu tertutup, diajak ngomong juga susah. Dia nikah tidak lama cuma beberapa hari saja. Sempat pisah rumah, diusir istrinya. Padahal dia nikah itu semua kita keluarga repot patungan. Memang dia ada sakit kayak Paru-paru begitu pas berobat pakai BPJS,” kata Abdul.
Surat Pamit
Rencana matang sudah dipersiapkan oleh terduga teroris bernisial MA untuk meledakan bom rakitannya. Pria berusia 21 tahun itu sempat menulis surat pamitan kepada orang tuanya.
Surat tadi dijadikan barang bukti oleh Densus 88 sesaat menggrebek kediamannya. “Itu surat pamitan mau melakukan pengeboman di kantor kepolisian dalam waktu dekat,” ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto.
Namun, dalam surat itu tidak disampaikan kantor polisi mana yang bakal dibom.”Hal ini kalau terlihat dari bahan yang sudah siap, tentunya masuk akal bahwa dia sudah menyiapkan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Kantor polisi mana tidak disebutkan, hanya dia pamit dan dia siap meledakan,” jelas Budhi.
Petugas Jihandak kemudian meledakkan bom yang dirakit oleh terduga teroris MA dilahan kosong yang hanya berjarak 600 Meter dari rumahnya.
sumber | dok. | poskotanews.com









