Harian Memo Kepri | Tanjungpinang — Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional Tahun 2019 Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Tanjungpinang beserta seluruh jajarannya mengadakan istighosah serta pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah di Sekretariat PCNU Tanjungpinang, Senin ( 21 / 10 ) malam.

Pembacaan 1 miliar Sholawat Nariyah ini dibacakan secara nasional oleh pengurus wilayah, pengurus cabang, pesantren, masjid, dan majelis taklim yang terhubung dengan NU.



Adapun tujuan pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah ini adalah upaya Nahdlatul Ulama yang mengharapkan berkah dengan memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia terhindar dari bencana apapun, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Di Kota Tanjungpinang kegiatan ini diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai elemen masyarakat, terutama dari santriwan dan santriwati.



Dalam acara, perwakilan PCNU Tanjungpinang, Kyai Fadholi Farhan menyampaikan pesan dari Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj yang diantaranya berbunyi “Hari ini adalah tahun ke 4 Keluarga Besar Nahdhatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri, setelah sebelumnya peran kaum santri diakui oleh negara melalui Keppres no 22 tahun 2015 tentang penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri”

“Di tengah revolusi gelombang keempat para santri harus kreatif, inovatif dan adaptif, terhadap nilai-nilai yang baik sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai – nilai lama yang baik”



“Santri tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai muslim yang berakhlakul karimah, yang tunduk kepada kiyai dan menjunjung tinggi ajaran para leluhur, terutama metode dakwah dan pemberdayaan walisongo, santri di satukan dalam asasiyat (dasar dan prinsip perjuangan), khalfiat (background sejara) dan ghayat (tujua)”

“Islam tidak boleh dibela dengan pekik takbir di jalan-jalan, dengan kerumunan massa yang mengibar-ngibarkan bendera, dengan caci maki dan sumpah serapah. Islam harus di bela dengan ilmu pengetahuan dan peradaban, itulah cara membela islam yang benar”

“Santri mewarisi legacy yang ditinggalkan oleh para ulama di abad keemasan islam. Karena itu kebangkitan islam akan sangat di tentukan oleh kiprah dan peranan kaum santri,” tutup Kyai Fadholi Farhan membacakan pesan dari Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj.

Penulis | Indrapriyadi