Perundungan juga dapat berdampak serius terhadap anak dan remaja, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, gangguan psikologis, ketakutan, penurunan prestasi belajar, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.
Para remaja diimbau tidak melakukan bullying dengan alasan bercanda, menghargai perbedaan, serta tidak ikut mengejek atau mengucilkan teman. Mereka juga diminta berani melapor kepada guru atau pihak berwenang apabila melihat maupun mengalami perundungan.
Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono, S.H., M.H., melalui personel yang hadir menyampaikan bahwa Minggu Kasih merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Program tersebut bertujuan membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi secara langsung, serta memberikan edukasi dan solusi terhadap berbagai persoalan sosial maupun kamtibmas.
Masyarakat juga diimbau tidak ragu menghubungi Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing apabila menemukan atau mengalami gangguan keamanan dan ketertiban.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan baik dari pihak Gereja GPIB Kasih Abadi Perawang. Melalui Minggu Kasih, Polsek Tualang berharap hubungan Polri dan masyarakat semakin harmonis, keamanan ibadah terjaga, serta kepedulian bersama dalam mencegah bullying di kalangan anak-anak dan remaja semakin meningkat. (***)

