HARIANMEMOKEPRI.COM — Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menjadi moderator dalam launching dan bedah buku berjudul Gagasan, Langkah dan Tindakan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam meraih Kepercayaan Publik Institusi Kejaksaan di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (13/2023).
Dalam launching dan bedah buku ini menghadirkan Dr. Fachrizal Afandi selaku peneliti dan Tenaga Ahli Kejaksaan RI Fachrizal Afandi menyampaikan, buku ini menjadi legacy dan guidance bagi Jaksa Agung berikutnya karena menunjukkan banyak perubahan serta peningkatan kinerja dalam memperoleh kepercayaan publik.
Baca Juga: Rahma Resmikan Kimia Farma Diagnostika Perdana di Tanjungpinang
Hal ini berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia 2023 yang menunjukkan kepercayaan publik terhadap Kejaksaan mencapai 81,2%, dan menjadikannya tertinggi dibanding lembaga penegak hukum lainnya.
“Pencapaian tersebut tak lepas dari gagasan, ide, dan upaya Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam rangka meraih kepercayaan publik, yakni penegakan hukum humanis melalui spirit Pancasila serta kiprah Jaksa Agung dengan slogan Tajam ke Atas Humanis Ke Bawah,” ujar Fachrizal Afandi.
Baca Juga: Polsek Tanjungpinang Timur Gelar Aksi Peduli Lingkungan di Pasar Bintan Center
Selain itu, Fachrizal Afandi menuturkan gagasan dan ide lain dari Jaksa Agung yakni melahirkan keadilan subtantif dalam penegakan hukum, konsep penegakan hukum humanis adalah penegakan hukum modern dan masa depan, mengelaborasi nilai-nilai dasar keadilan restoratif dalam penegakan hukum humanis, keadilan hati nurani mengedepankan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.
Serta mengimplementasikan keadilan restoratif di tengah masyarakat seperti launching Rumah Restorative Justice dalam rangka menciptakan keharmonisan, kedamaian, dan mendekatkan keadilan di masyarakat, serta inovasi program baru Jaksa Menjawab yang dinilai lebih humanis.
Baca Juga: Kasus Penemuan Bayi Laki laki Dalam Tahap Lidik, Pihak Polisi Curigai R Saat Ini Masih DPO
Lebih lanjut Fachrizal Afandi mengatakan bahwa peningkatan kepercayaan publik juga tak lepas dari penanganan perkara besar dari tindak pidana umum seperti perkara pembunuhan berencana Ferdy Sambo, narkotika Teddy Minahasa Putra, penganiayaan Mario Dandy, dan perkara tindak pidana pencucian uang Indosurya serta korupsi tindak pidana khusus dari korupsi Asabri, BTS 4G, Duta Palma Grup, Waskita Karya, dengan kerugian sekitar Rp140 Triliun.
Terakhir, Fachrizal Afandi menuturkan upaya lain dari Jaksa Agung dalam meningkatkan integritas Kejaksaan guna mempertahankan kepercayaan publik yaitu perintah Jaksa Agung ke seluruh jajaran, pemulangan Daftar Pencarian Orang (DPO), dan penanganan Perkara Pinangki.
Baca Juga: Layanan Kesehatan Klinik dan Laboratorium Kimia Farma Hadir di Tanjungpinang, Ini Dia Fasilitasnya
Sementara itu Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyampaikan bahwa Kejaksaan RI melaunching 14 buku dan memamerkan 46 buku, yang merupakan karya insan Adhyaksa seluruh Indonesia.
Adapun buku ini diharapkan menjadi bahan literasi untuk kepentingan penegakan hukum baik bagi praktisi maupun akademisi, guna berkarya lebih baik khususnya karya ilmiah.
Baca Juga: AKP Rifi Hamdani Sitohang Jabat Kapolsek Tanjungpinang Timur Gantikan AKP Adam Yulizar Sasono
“Buku ini juga diperuntukkan bagi seluruh insan Adhyaksa dimana kegiatan penegakan hukum tidak hanya untuk dipublikasikan, namun juga dapat dijadikan karya ilmiah sebagai catatan sejarah di masa kini dan mendatang,” pungkasnya.***

