HARIANMEMOKEPRI.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang terus memperkuat komitmennya dalam memerangi peredaran narkoba dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas.

Sepanjang Juli 2025, delapan kali razia digelar di kamar hunian warga binaan sebagai bagian dari implementasi program Zero Halinar (bebas dari handphone ilegal, pungli, dan narkoba).

Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa Zero Halinar bukan sekadar slogan, melainkan bentuk komitmen seluruh jajaran dalam membangun sistem pemasyarakatan yang profesional dan bebas dari pelanggaran.

“Kami tidak ragu menindak siapa pun yang mencederai integritas pemasyarakatan. Tugas kita bukan hanya menjaga keamanan, tetapi memastikan lapas ini bersih dan menjadi tempat pembinaan yang bermartabat. Masyarakat telah menitipkan amanah besar, dan kami wajib menjaganya,” ujar Wachid.

Dalam razia terakhir yang digelar pada Kamis malam (31 Juli 2025), petugas berhasil menyita sejumlah barang terlarang.

Seluruh barang bukti kemudian didata dan dimusnahkan sebagai bentuk penegakan aturan serta peringatan keras bagi para warga binaan.

Kegiatan razia tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Sumaryo, yang menyatakan bahwa razia rutin ini merupakan bagian dari pendidikan disiplin dan moral, tidak hanya sebatas tindakan pengamanan.

“Kami tidak memberi ruang untuk pelanggaran, baik oleh warga binaan maupun oknum petugas. Razia dilakukan secara konsisten untuk membangun budaya integritas. Tidak ada kompromi,” tegas Sumaryo.