Api Masih Berkobar di Gunung Malabar dan Puncak Mega

Avatar of Redaksi

- Redaktur

Selasa, 8 Oktober 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran lahan di Gunung Malabar

Kebakaran lahan di Gunung Malabar

Harian Memo Kepri | Nasional — Api masih berkobar melalap lahan gambut di Gunung Malabar dan merambat ke Puncak Mega, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Beragam cara dilakukan petugas untuk memadamkan api. Kejadian kebakaran ini berlangsung sejak Jumat (4/10).

Kepulan asap terlihat jelas di Blok 31 A atau area Puncak Mega, Selasa (8/2019) pagi. Tim gabungan pemadaman kebakaran yang akan ke puncak membawa beberapa alat memadamkan api.

“Pemadaman masih manual, Selain itu, kami menggunakan fire block dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan),” kata Kepala Harian BPBD Kabupaten Bandung, Ahmad Djohara di Posko Karhutla Gunung Puntang.

BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Diskar) Kabupaten Bandung dan pihak kecamatan yang ada di sekitar lokasi kebakaran. Mengingat alat tersebut ada di setiap kecamatan.

“Jadi kalau kita butuh untuk pemadaman di sekitar Gunung Puntang dan Malabar mungkin itu bisa kita gunakan. Mungkin kita bisa ambil lagi untuk disebar oleh tim relawan nantinya,” tutur Adjo, sapaannya.

Ia menjelaskan alat fire block ini memiliki kemiripan dengan bom air yang berbusa. Alat tersebut nantinya disimpan di area terdampak kebakaran.

“Ketika fire block itu terbakar akan meledak dan airnya tumpah (memadamkan api). Daya ledaknya paling lima meter,” ujar Adjo.

Semakin banyak fire block yang dipasang, menurut dia, diharapkan semakin efektif untuk memadamkan api. “Kita kesulitan karena melihat kondisi angin yang cukup kencang. Biasanya mendekati peralihan musim kemarau ini angin bukan semakin kecil, tapi malah besar,” ucapnya.

“Tapi ya mudah-mudahan dengan upaya relawan di lapangan pada saat angin sedang mengecil bisa maksimal menggunakan alat ini,” kata Adjo menambahkan.

Sumber| Dok.| news.detik.com
Baca Juga :  2023 Seluruh Pengadaan Barang dan Jasa Wajib E-Katalog

Berita Terkait

Menag: Perceraian Usia Dini Rumah Tangga Masih Dominan di Indonesia
Ungkap Mafia Tanah Rp16,8 Miliar, Kapolresta Tanjungpinang Terima Penghargaan Pin Emas
Danrem 151 Binaiya Ajak Masyarakat Maluku Perkuat Sinergi Jaga Keamanan
Ombudsman Dorong DPRD Tanimbar Percepat Perbaikan Layanan Publik dan Sertifikasi Sekolah
Presiden Prabowo Lantik Dua Menteri Kabinet Merah Putih, Erick Thohir Menjabat Menpora
Wawasan Hukum Nusantara Desak Presiden Ganti Wamenaker Usai OTT KPK
Warga Mandiri Lapas Cipinang Hadirkan Ruang Belajar dan Berkarya bagi Warga Binaan
Batik Karya Warga Binaan Lapas Cipinang Laris di IPPAFest 2025, Menteri Agus Andrianto Ikut Borong

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:48 WIB

Menag: Perceraian Usia Dini Rumah Tangga Masih Dominan di Indonesia

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:35 WIB

Ungkap Mafia Tanah Rp16,8 Miliar, Kapolresta Tanjungpinang Terima Penghargaan Pin Emas

Sabtu, 8 November 2025 - 13:44 WIB

Danrem 151 Binaiya Ajak Masyarakat Maluku Perkuat Sinergi Jaga Keamanan

Sabtu, 8 November 2025 - 13:33 WIB

Ombudsman Dorong DPRD Tanimbar Percepat Perbaikan Layanan Publik dan Sertifikasi Sekolah

Rabu, 17 September 2025 - 18:46 WIB

Presiden Prabowo Lantik Dua Menteri Kabinet Merah Putih, Erick Thohir Menjabat Menpora

Berita Terbaru