HARIANMEMOKEPRI .COM — Dibawah ini 9 sungai dan pesisir hutan Mangrove yang harus di waspadai dari serangan Buaya terutama di Kabupaten Lingga.
Buaya yang ada di Kabupaten Lingga termasuk jenis buaya terbesar di dunia melampaui jenis buaya sungai Nil dan Aligatornya Amazone ini , jenis buaya ini dapat mencapai 12 meter.
Baca Juga: Unit Reskrim Polsek Bintan Timur Ringkus Pelaku Jambret di Tanjungpinang
Namun tidak setiap daerah menjadi tempat hunian yang nyaman bagi buaya, ada beberapa tempat terutama sungai maupun pesisir hutan mangrove ataupun pesisir pantai yang harus anda waspadai di Kabupaten Lingga.
Kewaspadaan untuk lebih ditingkatkan bagi setiap warga masyarakat dari rambu rambu yang sudah terpasang maupun “pantang larang”para orang orang tua, ketika berada di zona merah, adalah menjadi modal keselamatan dari serangan sang Predator ini.
Baca Juga: Lanud Raja Haji Fisabilillah Adakan Pembinaan Sosialisasi serta Pengenalan Stunting
Berikut lokasi 9 sungai dan pesisir hutan Mangrove di Kabupaten Lingga yang harus di waspadai dari serangan Buaya
1. Sungai Pinang,
berlokasi di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur itu sendiri dengan struktur sungai bercabang cabang dan dalam dari sebuah sumber jenis sungai seperti ini menjadi, habitat terbesar buaya muara.
Beberapa warga sudah menjadi korban seperti yang terjadi pada tahun silam, ada yang selamat bahkan tidak ditemukan mayatnya.
Baca Juga: Wali Kota Dandang Panci dan Kuali
2. Sungai Kerandin di Desa Kerandin Kecamatan Lingga Timur menurut masyarakat sekitar buaya ini sering mengancam hewan ternak seperti ayam dan bebek, buaya inipun sering menampakkan diri di hulu sungai SP1 Desa Bukit Langkap
3. Sungai Daik di Kecamatan Lingga. Buaya ini sering menampakkan diri baik disepanjang sungai maupun sampai ke hulu sungai di kampung Pahang
Baca Juga: Air Kelapa Buat Donat Kentang Lebih Empuk Cek Cara Buatnya
4. Pesisir Pantai Dapur Arang di Desa Kelumu yang menjadi korban terkaman adalah seorang anak kecil hingga tewas sedang yang lainnya dapat menyelamatkan diri
5. Pesisir Pantai Pasir Panjang di Kecamatan Lingga
6.Sungai Besar di Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara.
Sudah ada warga yang menjadi korban namun dapat menyelamatkan diri
Baca Juga: Sejarah Singkat Tentang Nama Suku di Sumatera Barat, Berikut Penjelasannya
7. Sungai Resun di Desa Resun Kecamatan Lingga Utara penampakan buaya sering terlihat namun sejauh ini tidak ada kejadian yang serius
8 Sungai Semarung Desa Resun Pesisir Kecamatan Lingga Utara.Menurut Masyarakat nelayan yang beraktifitas sepanjang sungai,mereka sering melihat buaya
9.Pesisir pantai Desa Kudung di Desa Kudung Kecamatan Lingga Timur keberadaanya berupa penampakan buaya muara baik sepanjang sungai, maupun sepanjang pesisir pantai hutan mangrove.
Dari 9 lokasi tersebut menjadi tempat terbesar populasi buaya muara di Provinsi Kepulauan Riau, pihak terkait Kabupaten Lingga telah berupaya melakukan upaya penangkaran.
Sehingga korban keganasan buaya muara akan terus terjadi jika tidak segera diambil tindakan yang lebih serius , di satu sisi buaya adalah jenis hewan reptil yang dilindungi negara, namun keselamatan jiwa setiap penduduk juga wajib diperhatikan.
Baca Juga: Trisha Eugelica Ungkap Rasa Cinta Setelah Sang Ayah Ferdy Sambo Dapat Hukuman Mati
Upaya seperti ini tidak berdampak pada perkembangbiakan maupun populasi buaya muara yang semakin mengancam, sifatnya hanya dalam jangka waktu pendek saja, tidak untuk jangka panjang.
Dengan keterbatasan jumlah anggaran seperti yang disampaikan DLH Kabupaten Lingga, sejumlah upaya berupa kerjasama dengan BKSD Batam tahun 2022 silam, yakni dengan memindahkan sekitar 28 ekor jenis buaya muara untuk ditempatkan di penangkaran buaya Pulau Bulan.***

