Hingga kini, dana donasi yang terkumpul telah mencapai lebih dari Rp5 juta. Rio menambahkan bahwa pihaknya telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi.
“Kami sudah berupaya menyampaikan ke berbagai pihak. Harapan kami tentu agar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat memberi perhatian lebih,” tuturnya.
Kerusakan jalan tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas warga, terutama kebutuhan mendesak seperti layanan kesehatan.
“Jika ada warga sakit atau hendak melahirkan, mereka harus menyeberang ke Pancur dan melanjutkan perjalanan darat ke Daik. Jelas ini menambah risiko dan beban masyarakat,” ujarnya.
Dari total sekitar 6 kilometer panjang jalan menuju Desa Rantau Panjang, sekitar 5 kilometer di antaranya berada dalam kondisi rusak berat.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, setidaknya melalui program pemeliharaan, agar aktivitas masyarakat tidak terus terhambat.

