HARIANMEMOKEPRI.COM — Kondisi jalan rusak parah menuju Desa Rantau Panjang, Kecamatan Lingga Utara, mendorong masyarakat setempat mengambil langkah mandiri.
Dipimpin kepala dusun, warga menggelar penggalangan donasi swadaya demi memperbaiki akses utama desa yang sudah lama dikeluhkan.
Kepala Desa Rantau Panjang, Rio Diary, SE, mengungkapkan bahwa inisiatif warga muncul karena keterbatasan anggaran pemerintah, terutama setelah pemangkasan anggaran transfer ke daerah mencapai 25 persen.
“Gerakan donasi ini diawali dari semangat bersama, melihat TKD yang dipangkas hampir 25 persen. Jika mengharapkan pembangunan dari provinsi tentu sulit. Sementara dana desa juga tidak bisa digunakan karena status jalan ini merupakan jalan provinsi,” ujar Rio saat dikonfirmasi, Senin (08/12/2025).
Menurut Rio, kerusakan jalan menuju Desa Rantau Panjang telah berlangsung cukup lama dan kini kondisinya semakin memburuk.
Ketidakpastian penanganan membuat masyarakat akhirnya bergerak sendiri.
“Akibat kelelahan dan putus asa masyarakat, muncul inisiatif bersama untuk melakukan perbaikan melalui donasi sukarela. Apalagi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi tiga bulan ke depan. Jika tidak segera ditangani, kerusakannya bisa makin parah,” jelasnya.
Pemerintah desa, kata Rio, memberikan dukungan moral terhadap gerakan warga tersebut, selama tidak bertentangan dengan aturan penggunaan anggaran desa.
“Secara pribadi saya mendukung. Tapi secara anggaran desa, kami tidak bisa terlibat langsung karena ada regulasi yang membatasinya,” tegas Rio.
Hingga kini, dana donasi yang terkumpul telah mencapai lebih dari Rp5 juta. Rio menambahkan bahwa pihaknya telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi.
“Kami sudah berupaya menyampaikan ke berbagai pihak. Harapan kami tentu agar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat memberi perhatian lebih,” tuturnya.
Kerusakan jalan tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas warga, terutama kebutuhan mendesak seperti layanan kesehatan.
“Jika ada warga sakit atau hendak melahirkan, mereka harus menyeberang ke Pancur dan melanjutkan perjalanan darat ke Daik. Jelas ini menambah risiko dan beban masyarakat,” ujarnya.
Dari total sekitar 6 kilometer panjang jalan menuju Desa Rantau Panjang, sekitar 5 kilometer di antaranya berada dalam kondisi rusak berat.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, setidaknya melalui program pemeliharaan, agar aktivitas masyarakat tidak terus terhambat.

