Kerusakan dinamo menjadi kendala utama karena biaya penggantian cukup besar. Saat ini, dana perawatan yang tersedia hanya sekitar Rp5 juta, sedangkan harga dinamo baru diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

Dengan keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Resun Pesisir belum dapat melakukan penggantian komponen tersebut.

Di bulan Ramadhan, kondisi tanpa listrik semakin terasa berat. Warga harus menjalani ibadah tarawih dan sahur dengan penerangan seadanya. Meski demikian, aktivitas tetap berjalan dengan penuh keterbatasan.

Sebelumnya, sempat beredar kabar adanya bantuan dari pihak kementerian untuk mengatasi persoalan penerangan di Pasir Lulun. Namun hingga kini, realisasi bantuan tersebut belum terlihat.

Warga berharap pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, dapat memberikan perhatian serius agar persoalan listrik di Dusun II Pasir Lulun segera teratasi.

“Harapan kami sederhana, jalan yang layak dan penerangan yang memadai agar aktivitas masyarakat tidak lagi terhambat,” kata Harif.