Namun karena keterbatasan akses komunikasi, pemerintah desa hanya dapat menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui nakhoda kapal.
Tak hanya itu, Aref juga mengaku pernah menerima laporan mengenai orang asing datang ke permukiman warga sambil membawa senjata tajam saat berbelanja di warung.
“Kejadian seperti ini tentu membuat masyarakat khawatir. Bagaimana jika suatu saat terjadi tindak kriminal yang lebih serius. Karena itu saya menilai wilayah kami termasuk daerah yang rawan dan perlu perhatian khusus,” ujar Aref.
Selain rawan terhadap dugaan aktivitas ilegal, perairan Tanjung Nyang Lansik juga dikenal memiliki tingkat risiko kecelakaan laut yang tinggi, terutama saat musim angin selatan yang disertai gelombang besar.
Atas berbagai kondisi tersebut, Pemerintah Desa Belungkur berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI AL, dan instansi terkait dapat meningkatkan patroli serta pengawasan di kawasan perairan tersebut.
Pembangunan pos pengamanan permanen juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak guna menjaga keamanan wilayah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

