HARIANMEMOKEPRI.COM – Warga digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di pesisir Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada Sabtu (28/3/2026).

Kerangka tersebut diduga merupakan jasad seorang warga Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut.

Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, mengungkapkan bahwa berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan di lokasi, jenazah tersebut diduga kuat adalah Rahmat, warga Sungai Pinang.

“Berdasarkan ciri-ciri yang melekat pada korban, jenazah tersebut dipastikan merupakan Bapak Rahmat, warga Sungai Pinang,” ujar Oktanius.

Ia menambahkan, pada hari yang sama pihak keluarga bersama aparat terkait langsung melakukan penjemputan jenazah menggunakan speed ambulans laut.

“Siang ini rombongan dari keluarga didampingi personel Polsek melakukan penjemputan jenazah,” jelasnya.

Penemuan kerangka manusia itu bermula saat seorang warga setempat mencari kepiting di kawasan pesisir pantai.

Saat berada di lokasi, ia mencium aroma tidak sedap yang mencurigakan. Setelah ditelusuri, bau tersebut mengarah pada temuan kerangka manusia.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Personel Polsek Sadu pun segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi jenazah sudah tinggal kerangka. Namun, masih ditemukan pakaian yang melekat pada tubuh korban berupa kaos lengan panjang berwarna abu-abu dengan bagian lengan berwarna ungu.

Diketahui, korban sebelumnya pergi melaut untuk menjaring ikan pada Kamis malam, 13 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Namun hingga keesokan harinya, korban tidak kunjung kembali.

Warga sempat menemukan jaring milik korban pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, namun korban beserta perahunya tidak ditemukan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban juga memiliki riwayat penyakit hipertensi.

Adapun rombongan penjemputan jenazah terdiri dari Kepala Desa Sungai Pinang Diyau Rusdi, Bhabinkamtibmas Brigadir Mariantho Hasugian, pihak keluarga, serta warga setempat.

Proses penjemputan dilakukan menggunakan speed ambulans laut dengan pengawalan aparat.

Hingga saat ini, pihak terkait masih terus berkoordinasi untuk penanganan jenazah serta proses identifikasi lanjutan.