Tidak ada muatan lain maupun dokumen yang dapat menjelaskan identitas dan tujuan kapal tersebut.
Hingga kini, warga setempat masih memantau kondisi kapal dari kejauhan. Mereka memilih untuk tidak mendekat karena khawatir akan potensi bahaya, baik dari sisi keselamatan maupun kemungkinan persoalan hukum.
“Kami takut kalau ada muatan berbahaya atau hal-hal yang tidak kami ketahui. Jadi warga hanya memantau saja,” katanya.
Masyarakat berharap aparat terkait seperti TNI AL, Polairud, dan instansi berwenang lainnya segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan pengamanan.
Keberadaan kapal tanpa awak tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ancaman keselamatan serta menimbulkan keresahan di kalangan warga pesisir.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait asal-usul kapal maupun langkah penanganan lanjutan.

