HARIANMEMOKEPRI.COM – Kepala Desa Pekajang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Azmi Jailani, menyampaikan perkembangan terbaru terkait keberadaan kapal tanker tanpa awak yang ditemukan di perairan sekitar wilayahnya beberapa hari lalu.

Kapal tanker bernama POLO IMO 9124706 ZANBIZAR tersebut hingga kini masih berada di lokasi karena belum memungkinkan dilakukan penanganan lebih lanjut akibat kondisi cuaca ekstrem.

“Kondisi gelombang laut saat ini cukup tinggi, mencapai sekitar lima meter. Hal ini menyulitkan personel TNI AL, khususnya tim Kopaska, untuk melakukan penyelaman guna memeriksa kondisi kapal,” ujar Azmi kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan, wilayah perairan Desa Pekajang saat ini tengah memasuki musim angin utara yang berdampak langsung pada aktivitas laut.

Meski demikian, aktivitas nelayan setempat tetap berjalan seperti biasa dengan pengawasan ketat.

Namun, pihak desa bersama aparat keamanan terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sepihak terhadap kapal tersebut.

“Kami tegaskan kepada warga agar tidak ada yang bertindak sendiri. Semua harus menunggu arahan dan izin dari pihak berwenang, khususnya TNI AL yang saat ini masih berjaga di lokasi,” tegasnya.

Terkait isi muatan kapal, Azmi menyebutkan bahwa hingga kini belum ada kepastian resmi.

Namun berdasarkan informasi awal, kapal tersebut membawa sejumlah kontainer yang diduga berisi daging mentah.

“Di dalam kapal terdapat sekitar 10 kontainer. Saya belum mengizinkan siapa pun untuk membukanya karena dikhawatirkan berisi material berbahaya,” ujarnya.

Dugaan muatan daging muncul setelah tercium bau menyengat dari dalam kontainer. Informasi ini, kata Azmi, juga diperkuat oleh keterangan awal dari pihak Bea Cukai.

“Dugaan sementara memang mengarah ke muatan daging, tetapi jenisnya belum diketahui. Semua masih menunggu pemeriksaan resmi,” jelasnya.

Terkait kondisi kapal, Azmi menegaskan bahwa saat ditemukan, kapal dalam keadaan kosong tanpa awak. Di dalam kapal hanya ditemukan pakaian awak kapal tanpa tanda-tanda kekerasan.

“Tidak ditemukan indikasi kekerasan atau hal mencurigakan. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi kapal dinyatakan aman,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Bea Cukai, kapal tersebut diketahui berlayar dari Taiwan menuju Filipina sebelum akhirnya mengalami insiden di laut lepas.

Seluruh awak kapal disebut telah dievakuasi menggunakan jalur udara dan dipulangkan ke Taiwan.

Saat ini, kapal masih berada di sekitar perairan belakang Pulau Besar Pekajang dengan pengawasan ketat dari unsur TNI AL. Penanganan lanjutan akan dilakukan setelah kondisi cuaca memungkinkan.

“Kami berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret. Jika terlalu lama dibiarkan, dikhawatirkan akan muncul potensi gangguan keamanan atau tindakan tidak bertanggung jawab,” pungkas Azmi.