HARIANMEMOKEPRI.COM — Bekas tongkat kayu di pesisir pantai tidak mudah hilang diterpa ombak dan sebaiknya dicabut.
Bekas tongkat kayu seperti yang biasa dipakai untuk membuat rumah panggung atau kelong ikan oleh warga di Pesisir Lingga, memiliki sifat yang keras dan kokoh.
Meski diterpa ombak selama bertahun-tahun, Bekas tongkat kayu biasanya hanya akan patah. Namun, sisanya masih tetap menancap selama tidak dicabut.
Tongkat kayu juga banyak ditemukan di tengah lautan dalam kondisi masih berdiri tegak atau miring dengan kemiringan beberapa derajat.
Bagi para nelayan di Lingga, lokasi ini sering dijadikan sebagai spot mancing atau sekedar mencari lauk.
Bahayanya bagi para nelayan, tongkat kayu ini bisa membuat celaka apabila tidak berhati-hati saat sedang melaju menggunakan perahu khususnya pada malam hari.
Tidak sedikit dari warga yang pernah mengalami hal tersebut, bahkan ada yang sampai harus membeli perahu baru, karena perahu yang mereka gunakan sebelumnya rusak dan tenggelam.
Dengan sifatnya yang keras dan kokoh, tongkat kayu ini juga disebut “Tunggul kayu” (Bahasa daerah perkampungan di Lingga-Red).
Kata ini juga sering digunakan para orang tua khususnya di Lingga, saat memarahi anaknya yang tidak mau menjawab saat dipanggil.
Baca Juga: Warga Lingga Masih Ada Gunakan Kayu Bakar, Rupanya Ada Pesan dari Orang Tua Zaman Dahulu, Apa Itu?

