HARIANMEMOKEPRI.COM — Angka Sembilan merupakan angka menakutkan bagi masyarakat khususnya Kawasan Lingga Utara dan sekitarnya.
Bagaimana tidak, setiap jam menunjukkan Angka Sembilan listrik pada kawasan tersebut selalu saja padam oleh PLN baik pagi ataupun malam.
Sehingga masyarakat sekitar selalu mengeluh kepada pihak PLN yang selalu melakukan pemadaman bergilir dijadwalkan pukul 9.
“Asal jam sembilan mati lampu, asal jam sembilan mati lampu,” begitu kalimat yang sering terdengar dari lisan warga, Jumat (10/2023).
Keluhan inipun juga menjadi perbincangan di tengah masyarakat baik dari pekerja kantoran maupun ibu rumah tangga.
Dimana apabila jam menunjukkan Angka Sembilan utamanya pagi menjelang siang setiap kegiatan penting yang menggunakan alat elektronik dan listrik menjadi terkendala.
“Kenapelah jam segini asek mati lampu, jam orang nak kerje berhadapan dengan laptop kadang kami milih bebual mengghibah tentang lampu aje jadinye sebab tak dapat nak kerje sampai tuntas, kadang belom lagi sempat di save dilaptop listrik lah bedelup,” ujar salah satu warga Kabupaten Lingga yang tak mau disebutkan namanya dengan logat melayu.
Masyarakat di wilayah Ibukota Kabupaten Lingga menaruh harapan besar pada saat ini dengan kondisi listrik yang sering hidup mati siang atau malam, bisa menjadi normal kembali.
Hal itu juga sempat terlihat dipostingan media sosial Facebook dengan berbagai bentuk keluhan bahkan ada yang mengeluh terkait permasalahan kegiatan perekonomian dengan pendapatan menurun.
Baca Juga: Ikan Hiu Tutul Sepanjang 5 Meter Mati Terdampar Akibat Tersangkut Jaring Nelayan Di Pesisir Selatan
Sementara itu pemerintah Kabupaten Lingga melalui Sekda Kabupaten Lingga saat ini dikabarkan sedang mengupayakan mesin baru direncanakan akan didatangkan pada Senin mendatang.

