HARIANMEMOKEPRI.COM – Dalam rangka menjamin keamanan pangan selama Ramadan 1447 Hijriah, Loka POM Tanjungpinang bersama Dinas Kesehatan Tanjungpinang melakukan pengawasan intensif terhadap penjualan takjil di kawasan Bintan Center, Tanjungpinang, Selasa (24/2/2026).
Kawasan tersebut dipilih karena menjadi salah satu titik ramai pedagang takjil setiap menjelang waktu berbuka puasa.
Petugas dari kedua instansi menyisir lapak-lapak pedagang untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan berfokus pada pemeriksaan aspek sanitasi dan kelayakan kesehatan pedagang.
Sementara Loka POM melakukan pengambilan sampel makanan untuk diuji kandungan zat berbahaya seperti pewarna tekstil maupun bahan pengawet yang dilarang.
Kepala Loka POM Tanjungpinang, Irdiansyah, menyampaikan bahwa dari hasil uji laboratorium terhadap 19 sampel takjil yang diambil secara acak, seluruhnya dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.
“Sebanyak 19 sampel sudah kami uji dan hasilnya aman. Tidak ditemukan zat berbahaya pada produk yang diperiksa,” ujarnya.
Ia menegaskan, apabila di kemudian hari ditemukan pelanggaran, pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut hingga ke sumber bahan dan tempat produksi, termasuk memeriksa legalitas bahan tambahan pangan yang digunakan pedagang.
Selain melakukan pengawasan, petugas juga memberikan edukasi kepada para pedagang agar tidak menggunakan bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan konsumen dan berisiko hukum.
Irdiansyah turut mengimbau masyarakat agar tetap cermat dalam memilih makanan berbuka puasa dengan memperhatikan warna, aroma, serta kebersihan produk sebelum membeli.
Pengawasan ini akan terus dilakukan secara berkala selama bulan Ramadan guna memastikan peredaran takjil di Tanjungpinang tetap aman, sehat, dan layak konsumsi.

