Baca Juga: Empat Pelaku Begal Di Relief Antam Kijang Akhirnya Dibekuk Polsek Bintan Timur

“Selama ini yang menghubungi kami dan komunitas pedonor lainnya, yang membutuhkan darah 80% adalah keluarga ekonomi menengah ke bawah. Dengan kegiatan ini kami berharap bisa membantu pasien yang membutuhkannya dan memutuskan mata rantai calo-calo darah” ujar Suryani.

Permintaan darah dari pasien di rumah sakit semakin tinggi, dengan kegiatan donor darah dan sosialisasi diharapkan akan bertambah pedonor-pedonor darah baru sehingga kebutuhan darah bisa tercover PMI Tanjungpinang.

Baca Juga: Peringatan Harsiarnas dan Rakornas KPI di Provinsi Kepri, Momen Skala Nasional Angkat Pamor Kepri

Tampak pelajar SMK Maitreyawira kelas XII mendonorkan darahnya. Salah satu pedonor darah pemula, Stanley menyampaikan bahwa dia tertarik mendonorkan darahnya setelah mendengarkan info dari temannya bahwa mereka tetap sehat setelah mendonorkan darahnya secara rutin.

Bagi pedonor darah selain membantu orang lain, donor darah secara berkala ternyata memiliki segudang manfaat. Selain menyelamatkan jiwa orang lain yang membutuhkan transfusi darah dan menghapus anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat badan menjadi lemas adalah tidak tepat.