“Sebelumnya Provinsi sudah melakukan di tingkat SMA. Kita tentu untuk SMP nya, jadi alhamdulillah kita dapat anggaran ini karena komitmen Pj Walikota dalam penanganan stunting mulai dari hulu,” lanjutnya.

Baca Juga: Kasatpol PP Tanjungpinang Berikan Pesan Penting Bagi ASN Dalam Menjaga Ketertiban Dan Ketentraman

Sandri mengungkapkan penanganan Stunting tidak hanya kepada Balita yang lahir kurang tinggi badan, ibu hamil akan tetapi pencegahan dari masa remaja putri.

“Kita tahu masalah kesehatan mereka (remaja putri_red) yaitu anemia. Ketika mereka menderita anemia tentu mengurangi konsentrasi dalam belajar sehingga berpengaruh pada prestasi belajar,” ucapnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai KSAD

Pemberian tablet tambah darah diberikan kepada seluruh anak siswi remaja putri tingkat SMP. Tablet ini dikonsumsi sekali dalam seminggu

“Meskipun kita baru melakukan pada dua tempat di SMP 16 dan SMP 1, ini bisa menjadi contoh bagi SMP lain supaya remaja putrinya juga mengkonsumsi tablet tambah darah,” tutur Elfiani Sandri.

Baca Juga: Peringatan HUT Korpri Ke 52, Pengurus Korpri Diingatkan Untuk Menjaga Persatuan Dan Keutuhan NKRI

Masih kata Elfiani Sandri, tablet tambah darah tersebut tersebar pada Puskesmas kemudian diberikan kepada pihak sekolah berkoordinasi dengan guru UKS (Unit Kesehatan Sekolah).

“Kedepannya dalam pelaksanaan sehari-hari itu guru UKS nanti yang memantau bersama Puskesmas untuk pemberian tablet tambah darahnya,” pungkasnya.