HarianMemoKepri.com, Bintan – Rencana pemerintah untuk menertibakn lokalisasi yang ada di daerah Bintan, bukan kali pertama ini digadang-gadang. Bahkan sebelumnya, isu penutupan juga sempat beredar luas. Hanya saja, rencana itu berujung sebatas sosialisasi tanpa realisasi.
Salah seroang pemuda Bintan, Joko Aqnur, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bintan harus serius dengan agendanya yang ingin menutup atau menertibkan lokalisasi di daerah Bintan. Jangan hanya sebatas sosialsi, yang tidak ada endingnya.
“Rencana Pemkab Bintan sudah bagus, saya harap ini tidak hanya sebatas wacana saja. Setelah sosialisi, kemudian hilang begitu saja,” sebut peria yang akrab disapa Joko itu, saat ditemui di Kijang, Jumat (13/2018) seperti yang dikutip dari Batamtoday.
Sebelunya, kata Joko, pada tahun 2013 lalu, wacana untuk menutupkan juga sempat digadang gadangkan. Namun hingga saat itu, hal tersebut juga tak kunjung, dilakukan. Dengan berbagai pertimbangan oleh pemkab Bintan.
“Kalau rencana penutupan, ini bukan suatu hal yang baru. Beberapa tahun lalu, Pemkab Bintan juga sempat mewacanakan hal itu, hanya saja kita gak tau, apa ending dari wacana yang digadang gadangkan pemerintah itu,” kata Joko.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Sosial mengagendakan untuk melakukan pembenahan terkait kawasan di dua lokalisasi yang ada di Kabupaten Bintan.
Pembenahan dua lokalisasi tersebut, Bukit Senyum dan Batu 24, dilakukan dalam rangka menertibkan tempat-tempat yang selama ini menjadi wadah prostitusi di Bintan.
Bupati Bintan Apri Sujadi menuturkan, hal ini merupakan sebuah konsep solusi terbaik yang harus ditawarkan guna merubah mindset paradigma yang sudah terbangun selama ini.
“Harus ada pembenahan mindset dan paradigma di dua lokalisasi tersebut. Harus diubah. Kabupaten Bintan harus dinyatakan bersih dari kawasan prostitusi. Dan ini harus kita mulai dan sikapi secara tegas,” kata Apri.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bintan Naharuddin menuturkan, sudah melakukan koordinasi ke Kementerian Sosial terkait pembenahan di dua lokasi yang dijadikan tempat prostitusi.
“Saat ini kita sedang melakukan sosialisasi, prinsipnya kita hanya ingin menertibkan agar di duaa kawasan tersebut bersih dari aktivitas prostitusi,” ujarnya. (Red)

