Pemkab Lingga Laksanakan Pelatihan Tekad Tudung Manto

Avatar of Redaksi

- Redaktur

Jumat, 1 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Memo Kepri | Lingga — Pemerintah Kabupaten Lingga melalui tim penggerak PKK melaksanakan pelatihan Tekad Tudung Manto kepada 26 orang peserta dari 13 kecamatan di Hotel Lingga Pesona, Daik, Kamis (31/10).

Ketua Pokja Dua PKK Kabupaten Lingga Noni Setiawati mengatakan kegiatan digelar dalam rangka pelestarian Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Merupakan salah satu bentuk upaya PKK dan masyarakat dalam mendukung pelestarian yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada 2015 lalu.

“Kegiatan ini juga difungsikan memotivasi masyarakat untuk mempertahankan maupun mencintai produk lokal yang merupakan khazanah kebudayaan Melayu. Selain itu, pelatihan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan,” katanya.



“Untuk pemasaran produk ibu-ibu jangan khawatir, tim penggerak PKK Kabupaten Lingga siap menjadi mediator atau fasilitator, sehingga tidak ada lagi masalah dalam pemasaran produk,” tambahnya.

Hanya saja menurut beliau, yang saat ini menjadi pemikiran mereka adalah mengenai labelisasi produk Tudung Manto tersebut yang menurut noni sangat penting untuk menunjukkan identitas asal produk tersebut kepada para konsumen.

“Oleh karena itu, saya atas nama ketua tim penggerak PKK mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah, agar kiranya masalah yang sedang dihadapi ini dapat diselesaikan secepatnya, bila perlu pemerintah daerah mengajukan hak paten produk ini yang merupakan produk asli dari kabupaten Lingga kepada pemerintah pusat,” ucap Noni.

Sementara Asisten Administrasi Umum Setda Lingga, Siswandi mengatakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung dan menaruh perhatian terhadap upaya pelestarian warisan kebudayaan melayu Kabupaten Lingga.

Sebagai bentuk perhatian tersebut, khususnya kepada Tudung Manto, Pemkab Lingga telah mendirikan gedung khusus untuk para pengrajin Tudung Manto yang saat ini berada di Kampung Mentok, Daik Lingga.

Bagi kecamatan yang belum ada, hendaklah bersabar. sebab Pemerintah daerah pasti akan berusaha mewujudkannya. Sebab tidak akan ada yang menjaga khazanah bangsa Melayu, kecuali orang Melayu itu sendiri.

Kepada para pengrajin yang tetap eksis dibidang tersebut untuk betul-betul menekuni pembuatan Tudung Manto itu, dan beliau juga mengajak untuk mewariskan keterampilan “menekat” Tudung Manto tersebut dengan cara melakukan perekrutan generasi muda, demi melestarikan khazanah bangsa Melayu.

Selain melestarikan yang sudah ada, beliau juga memotivasi kepada para pengrajin untuk melakukan inovasi produk, salah satunya dengan menciptakan motif-motif baru pada Tudung Manto agar sesuai dengan perkembangan zaman.

Namun demikian, motif-motif baru ini perlu disepakati terlebih dahulu melalui Lembaga Adat Melayu Kabupaten Lingga. Sebab motif-motif baru itulah yang bisa dijadikan sebagai pembeda antara peradaban Melayu tempo dulu dengan peradaban Melayu modern saat ini.

Dengan adanya motif-motif baru ini diharapkan bisa menjadi pendongkak semangat bagi para pengrajin untuk terus eksis dan terus berkarya. Apalagi menurut beliau harga sehelai Tudung Manto bisa mencapai jutaan rupiah, sehingga usaha ini bisa menjadi sarana yang menjanjikan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Adanya motif-motif baru ini, diharapkan bisa menjadi daya ungkit atau pemberi semangat bagi pengrajin tudung manto untuk terus eksis dan berkarya, apalagi harga 1 helai Tudung Manto ini bisa mencapai jutaan rupiah, tentulah usaha ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Selain menjaga kebudayaan tempo dulu, beliau berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lingga untuk menciptakan inovasi baru di bidang kebudayaan Melayu, yakni berupa tarian, irama dan nada musik, permainan rakyat, pakaian, kesusastraan, rancang bangunan, seni ukir, souvenir dan lain sebagainya.

Diakhir sambutan beliau berharap, dengan melestarikan dan mengembangkan khazanah budaya Melayu, untaian kalimat “Tak kan Melayu hilang di Bumi” benar-benar menjadi kenyataan.

Penulis | Herdoni
 Sumber| Dok| Pemkab Lingga
Baca Juga :  Abdul Hamid Rizal Hadiri Deklarasi Pembentukan Komunitas Motor Mojan

Berita Terkait

Seluruh OPD Kepri Terima DPA APBD 2026, Ansar Targetkan RPJMD Tercapai
Rayakan Usia 20 Tahun, Korem 033 Wira Pratama Perkuat Kebersamaan dengan Rakyat
Jajaran Pejabat Polda Kepri Dirombak, Ini Daftar Pejabat Barunya
Perdana Digelar, Gubernur Kepri Resmikan Car Free Day di Gurindam XII Tanjungpinang
Wagub Kepri Serahkan E-BKP kepada Puluhan Nelayan di Karimun
Penataan Parkir Pelabuhan Taman Bunga Jadi Perhatian KPK Karimun
Kantor SAR Natuna Lakukan Kunjungan Kerja ke Kejaksaan Negeri Natuna
Ansar Ahmad Minta Warga Kepri Tetap Waspada Banjir Rob Akibat Pasang Tinggi

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:27 WIB

Seluruh OPD Kepri Terima DPA APBD 2026, Ansar Targetkan RPJMD Tercapai

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:36 WIB

Rayakan Usia 20 Tahun, Korem 033 Wira Pratama Perkuat Kebersamaan dengan Rakyat

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:21 WIB

Jajaran Pejabat Polda Kepri Dirombak, Ini Daftar Pejabat Barunya

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:37 WIB

Perdana Digelar, Gubernur Kepri Resmikan Car Free Day di Gurindam XII Tanjungpinang

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:39 WIB

Wagub Kepri Serahkan E-BKP kepada Puluhan Nelayan di Karimun

Berita Terbaru