HARIANMEMOKEPRI.COM —Gubernur Kepri Ansar Ahmad hadiri kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting pada Remaja melalui Program Generasi Emas Anti Stunting (GeMas) di SMKN 8 Sei Plugut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Senin (10/2023). 

Kegiatan Gerakan GeMas, yang ditujukan kepada anak-anak usia sekolah dari SMAN dan SMKN se-Kepulauan Riau, yang dihadiri Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan juga oleh Ketua TP-PKK Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari Ansar. 

Baca Juga: Operasi Patuh Seligi 2023 Mulai Di Gelar, Kapolres Bintan Beri Penekanan Kepada Personil

Menurut Gubernur Kepri Ansar Ahmad program pencegahan stunting merupakan prioritas pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dan berkembang secara optimal dengan kesehatan emosional yang baik. 

“Pemerintah telah melakukan berbagai upaya, seperti memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, mendorong konsumsi makanan bergizi dan seimbang, serta menjalani pola hidup bersih dan sehat,” hal ini diungkapkan oleh mantan Bupati Bintan selama dua periode tersebut. 

Baca Juga: Perda Kawasan Tanpa Asap Rokok Akan Direvisi DPRD Kota Batam

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan bahwa salah satu sasaran yang perlu mendapat perhatian adalah para remaja, termasuk para siswa sekolah. Mereka adalah generasi masa depan yang akan menentukan nasib bangsa dan negara. 

“Ketika anak-anak kita terkena stunting, selain tampak secara fisik berbeda dengan orang normal, hal itu juga berdampak pada tingkat kecerdasan, yakni pola berpikir yang lemah. Mereka tidak dapat berpikir cerdas dan smart,” jelasnya. 

Baca Juga: Pelatihan Batam Creator Academy Diapresiasi Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto

Dampaknya akan menjadi beban yang berat, baik bagi keluarga maupun negara. Oleh karena itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad melanjutkan pemerintah ingin agar semua anak-anak lahir dan tumbuh dengan sehat, tanpa mengalami stunting. 

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menambahkan bahwa jika generasi muda semua hidup sehat tanpa stunting, ketika tumbuh dewasa dan menikah, mereka juga akan mampu melahirkan keturunan yang sehat. 

Baca Juga: Ketua DPRD Batam Nuryanto Ajak Generasi Muda Ambil Peran Pembangunan

“Kita juga harus bersyukur, karena tingkat stunting di Provinsi Kepri tahun lalu, yang berada di sekitar 17,6 persen, telah turun menjadi 15,4 persen. Dan tahun depan, tepatnya pada tahun 2024, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kita diminta untuk menurunkan angka stunting menjadi sekitar 14 persen,” ungkap Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Sementara itu, Koordinator Manajer Program Satgas Stunting BKKBN Kepri, Aditiya Wirapratomo, menyampaikan bahwa BKKBN selama ini terus melakukan pendekatan pencegahan stunting, mulai dari masa kehamilan hingga anak mencapai usia 1000 hari. 

Baca Juga: Ketua DPRD Batam Nuryanto Apresiasi Penanganan Stunting Hingga Pertahankan Gelar Kota Terbaik di Kepri

Selama kegiatan di SMKN 8 Batam, yang memiliki 5 jurusan seperti asisten keperawatan, farmasi, instrumen medis, teknologi laboratorium medis, dan teknik komputer jaringan, Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga memberikan hadiah berupa kuis kepada beberapa siswa yang beruntung. Selain itu, juga dilakukan nyanyian dan bersolawat bersama. 

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga penyerahan piagam dukungan GeMas dari BKKBN Provinsi Kepri kepada SMKN 8. Selain itu, dilakukan acara minum obat tablet penambah darah dan pemberian vitamin untuk pencegahan stunting kepada semua siswa-siswi SMKN 8 Batam.***