Ansar: Penyengat Punya Jejak Penting Bahasa Melayu

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Pulau Penyengat dalam perkembangan bahasa Melayu yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan Bahasa Indonesia.

“Pulau Penyengat ini pulau kecil, tapi pernah memainkan peran yang sangat penting di masa lalu,” ujar Ansar.

Pulau Penyengat merupakan salah satu pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga sekaligus tempat berkembangnya tradisi intelektual Melayu.

Jejak tersebut salah satunya terlihat dari karya Raja Ali Haji, seperti Gurindam Dua Belas dan Bustan Al-Katibin, yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan bahasa Melayu.

Ansar menjelaskan, Raja Ali Haji memiliki peran penting dalam proses pemartabatan bahasa Melayu melalui berbagai karya yang dihasilkannya.

“Proses panjang pemartabatan lingua franca itu menjadi bahasa resmi, bahasa tulis-menulis, surat-menyurat dilaksanakan di Pulau Penyengat ini oleh Raja Ali Haji. Beliau menerbitkan banyak buku yang menjadi bukti sejarah bahwa pemartabatan bahasa Melayu dilaksanakan di sini,” katanya.

Pembangunan museum dan monumen tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk menjaga serta memperkenalkan kembali sejarah tersebut kepada generasi berikutnya.

Dalam prosesnya, Pemprov Kepri melibatkan ahli sejarah dan cagar budaya untuk memperkuat referensi mengenai perjalanan sejarah Pulau Penyengat.

Ansar berharap keberadaan museum dan monumen itu nantinya mampu menjadi ruang edukasi bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.