Berbagai program pembangunan juga diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Di sektor perlindungan tenaga kerja, Pemprov Kepri memberikan subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan kepada 9.200 petani dan 31.304 nelayan yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.

Sementara melalui Program Kepri Terang, hingga Desember 2025 sebanyak 14.340 rumah tangga telah mendapatkan akses listrik dasar, terutama masyarakat yang berada di kawasan pulau.

Di bidang pendidikan, Pemprov Kepri memberikan bantuan beasiswa kepada 1.212 mahasiswa jenjang D-III, D-IV, S1 dan S2.

Selain itu, bantuan biaya pendidikan juga diberikan kepada 58 dokter spesialis dan subspesialis melalui skema sharing budget bersama pemerintah kabupaten/kota.

Sejumlah program lainnya juga terus dijalankan, di antaranya bantuan rumah ibadah untuk 237 penerima manfaat di tujuh kabupaten/kota, insentif keagamaan bagi 13.348 guru TPQ, penyuluh agama non-PNS dan pemuka agama.

Pemprov Kepri juga mengirimkan 50 muballigh ke wilayah hinterland dan pulau-pulau terluar.

Di bidang kesehatan, fasilitas Rumah Singgah di Jakarta telah melayani 711 pasien penerima manfaat, sedangkan Rumah Singgah di Kota Batam melayani 707 pasien. Bantuan JAMKESDA atau iuran program jaminan kesehatan daerah juga telah menyasar 1.959 penerima manfaat.

Untuk sektor ekonomi kerakyatan, program subsidi bunga atau margin 0 persen yang telah disalurkan sejak November 2021 hingga Agustus 2026 mencapai Rp56,1 miliar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.126 pelaku UMKM.